BAKTI: Starlink Dukung Akses Internet 3T Tanpa Saingan
Gambar atau konten salah?
BADAN AKSESIBILITAS TELEKOMUNIKASI DAN INFORMASI (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital tidak menganggap layanan internet satelit seperti Starlink sebagai ancaman bagi upaya penyediaan jaringan di Indonesia. BAKTI menilai semua penyedia, termasuk Starlink, sebagai bagian dari solusi untuk memperluas konektivitas nasional.
Di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, warga tidak hanya mengandalkan jaringan BAKTI, tetapi juga sering menggunakan Starlink dari SpaceX. Kunjungan Direktur Utama BAKTI, Fadhilah Mathar, ke wilayah tersebut menegaskan bahwa keterlibatan berbagai penyedia membantu mempercepat pemerataan akses internet.
“Kalau Starlink itu bukan saingan, kalau kami memandang semua penyedia mau Starlink atau yang lain adalah solusi untuk membantu kapasitas BAKTI atau pemerintah yang memang tidak banyak kan sebenarnya kapasitasnya,” ujar Fadhilah dalam kunjungan ke Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Jumat 12 Juni 2024).
Fadhilah menjelaskan bahwa BAKTI memiliki mandat berbeda dengan penyedia layanan telekomunikasi komersial. Lembaga ini tidak membangun jaringan untuk kawasan perumahan atau pelanggan rumah tangga, melainkan fokus pada layanan publik di wilayah yang membutuhkan kehadiran negara.
“Makanya Bakti tidak membangun di wilayah-wilayah residensial perumahan,” sebutnya.
Fadhilah menambahkan bahwa fokus pembangunan BAKTI diarahkan ke fasilitas publik yang menjadi pusat pelayanan masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). “Kita di lokasi-lokasi layanan publik, sekolah, puskesmas, kantor desa, pos-pos TNI, UMKM, rumah-rumah ibadah. Tapi untuk perumahan kita tidak bangun dan itu pasarnya starlink dan kita juga sangat terbantu,” cetus Fadhilah.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses layanan internet secara mandiri melalui skema komersial, semakin efektif pula penggunaan anggaran pemerintah. “Semakin kecil subsidi yang bisa diberikan pemerintah berarti kan masyarakat semakin mandiri. Dan memang kan seharusnya lebih baik mereka memanfaatkan secara komersil dibandingkan invest yang diberikan oleh pemerintah,” paparnya.
Fadhilah menegaskan bahwa pemerintah tetap berperan memastikan layanan telekomunikasi tersedia di lokasi yang tidak menarik secara bisnis bagi operator dan penyedia layanan internet. Di sisi lain, kehadiran pemain komersial seperti Starlink dapat memperluas pilihan masyarakat dalam memperoleh akses internet.
Dengan demikian, BAKTI berusaha memanfaatkan kolaborasi antara pemerintah dan penyedia layanan komersial untuk menutup celah jaringan di daerah terpencil, sambil menjaga fokus pada fasilitas publik yang paling membutuhkan. Keberadaan Starlink di Maratua menjadi contoh bagaimana solusi komersial dapat melengkapi upaya pemerintah tanpa menimbulkan persaingan langsung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
BAKTI: Starlink Dukung Akses Internet 3T Tanpa Saingan
Peternak Ayam Broiler Rugi Ratusan Juta, Harga Jual Rendah
Muharram: Bulan Pertama, Waktu Refleksi Islam, Puasa
Fatty Liver Meningkat di Generasi Muda, Tanda Waspada
Bali dan Jakarta Ternyata Overrated: Dampak Komersialisasi
Elon Musk Jadi Triliuner Pertama setelah IPO SpaceX
