Bali Rayakan Hari Baik 'Ala Ayuning Dewasa' 19 Mei 2026
Gambar atau konten salah?
19 Mei 2026 menandai hari di mana masyarakat Bali menganggap ala ayuning dewasa—hari yang dianggap baik untuk berbagai kegiatan suci dan pembangunan. Menurut Kalender Bali, hari ini termasuk dalam kategori hari baik berdasarkan perhitungan khusus yang telah diwariskan turun-temurun.
Konsep ala ayuning dewasa sering dipakai oleh umat Hindu di Bali untuk menentukan kapan waktu terbaik melakukan upacara adat, ritual, atau memulai usaha. Hari ini, informasi diambil dari kalenderbali.org, yang menyediakan rincian tentang sifat dan kegunaan setiap hari.
Berikut daftar hari dan sifatnya pada tanggal tersebut:
- Amerta Dewa – Baik untuk melakukan Panca Yadnya, khususnya Dewa Yadnya, membangun tempat suci/ibadah, membuat lumbung maupun dapur. (Alahing dewasa 2)
- Amerta Gati – Baik untuk memulai usaha, bercocok tanam. (Alahing dewasa 2)
- Asuasa – Mengandung sifat boros, tidak baik untuk berbelanja, tidak baik untuk dewasa ayu. (Alahing dewasa 3)
- Ayu Badra – Baik untuk memulai usaha, bercocok tanam, membangun. (Alahing dewasa 2)
- Carik Walangati – Tidak baik untuk pernikahan/wiwaha, atiwa‑tiwa/ngaben dan membangun rumah. (Alahing dewasa 3)
- Dewa Ngelayang – Baik untuk membuat bangunan suci, Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya. (Alahing dewasa 2)
- Kala Buing Rau – Baik untuk menebang kayu, membuat bubu, memuja pitra. Tidak baik untuk membangun, mengatapi rumah. (Alahing dewasa 4)
- Kala Sarang – Mengandung sifat boros/terapas. Tidak baik untuk berbelanja. (Alahing dewasa 3)
- Kala Sor – Tidak baik untuk bekerja yang berhubungan dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, membuat terowongan. (Alahing dewasa 3)
- Kalebu Rau – Tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Tidak baik melaksanakan atiwa‑tiwa/ngaben. (Alahing dewasa 3)
- Lebur Awu – Tidak baik melakukan upacara wiwaha/pernikahan, pertemuan, membangun rumah, mengatapi rumah. Baik untuk membangun irigasi. (Alahing dewasa 4)
- Pepedan – Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. (Alahing dewasa 3)
- Rangda Tiga – Tidak baik melakukan upacara pawiwahan. (Alahing dewasa 3)
- Srigati – Baik untuk menyimpan padi di lumbung dan menurunkan padi dari lumbung. (Alahing dewasa 4)
- Srigati Munggah – Baik untuk membibit/menanam padi, membuat alat‑al at berjualan, membuat pahat, menyimpan padi atau upacara padi li lumbung. Tidak baik meminjam sesuatu, menjual beli beras. (Alahing dewasa 4)
- Titibuwuk – Baik untuk menghilangkan penyakit karena guna‑guna dan sejenisnya. Tidak baik untuk memulai pekerjaan penting bepergian, membuat tangga/banggul. (Alahing dewasa 3)
Pararasan: Laku Api, Pancasuda: Wasesa Segara, Ekajalaresi: Buat Merang, Pratiti: Sadayatana. (iws/iws)
Hari ini, masyarakat Bali dapat merencanakan kegiatan suci atau pembangunan dengan memperhatikan sifat hari yang telah ditetapkan. Sifat positif atau negatif setiap hari membantu mereka memilih waktu yang dianggap paling menguntungkan, baik untuk upacara, usaha, maupun aktivitas sehari‑harian. Dengan mengikuti pedoman ini, kegiatan yang dilakukan diharapkan berjalan lancar dan membawa keberkahan sesuai dengan tradisi budaya Bali.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jembatan Selemadeg: Lubang Besar, Perbaikan Masih Menunggu
SMP Jembrana: 99,97% Lulus, Satu Siswa Tidak Lulus Di Sekolah
Enam Pemancing Diselamatkan Setelah Perahu Terbalik Buleleng
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Cuaca cerah berawan Bali, hujan ringan Badung Denpasar
Berita Terbaru
Seleksi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Buka 3-15 Juni: Lulusan PPG
Slamet Santoso: Pemuda Banyuwangi Gabung Sokol Pyrzyce
Liburan Baru Fokus Istirahat: Tren Sleep Tourism Meningkat
Pemerintah Perkenalkan Kebijakan Energi Terbarukan 2025
Amalia & Fadia Raih Kemenangan Ganda Putri, Melaju ke P4
Jembatan Selemadeg: Lubang Besar, Perbaikan Masih Menunggu
Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk, Populasi Menurun 123 Juta
Ariston Luncurkan Pemanas Air Andris 3, Kamar Mandi Smart
