Balita 11 Bulan Dilepas ke Posko Saat Kemacetan Parungkuda
Gambar atau konten salah?
Selasa, 24 Maret 2024, matahari bersinar keras di jalan Parungkuda, Sukabumi. Suhu tinggi membuat udara terasa pekat, sementara arteri jalan dipenuhi kendaraan yang terhambat oleh rekayasa lalu lintas satu arah. Kendaraan menunggu sekitar satu jam sebelum dapat melanjutkan perjalanan.
Di tengah kemacetan, seorang bayi berusia 11 bulan terpaksa dievakuasi. Balita itu digendong oleh seorang polisi wanita, atau polwan, yang membawanya ke tempat yang lebih teduh. Wajah bayi tampak lelah, tubuhnya basah oleh keringat, dan ia sempat tertidur. Cuaca ekstrem dan kemacetan membuat kondisi bayi menjadi sangat rentan.
Ayah balita, Muhammad Saipul Fajri, berusia 25 tahun dan berasal dari Ciambar, menjelaskan bahwa ia bersama keluarga hendak berlibur singkat ke Palabuhanratu. Ia mengatakan, “Dari Ciambar mau ke Palabuhan, main. Sehari aja, murni liburan,” ketika berbicara kepada jurnalis di posko terpadu Exit Tol Parungkuda.
Saipul menambahkan, “Panas. Anak lagi tidur kepanasan, tadi juga keringetan. Takut ada apa-apa.” Ia mengaku khawatir ketika melihat kondisi anaknya di tengah cuaca panas dan kemacetan panjang. Ia dan keluarganya bahkan harus berjalan kaki dari lampu merah ke persimpangan untuk mencari bantuan.
Beruntung, petugas kepolisian segera mengevakuasi balita ke posko terdekat. Saipul mengungkapkan rasa terima kasihnya: “Alhamdulillah nggak apa-apa, enggak nangis, aman. Syukur masih pada peduli, ibu polwan juga baik.”
Aipda Devi, petugas yang mengevakuasi balita, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan prioritas selama rekayasa lalu lintas berlangsung. Ia berkata, “Tadi kan lagi one way, perintah Pak Kasat, untuk pengemudi yang bawa anak-anak atau bayi kita imbau dievakuasi ke sini dulu. Karena cuaca panas, kasihan kalau bayi, jadi kita prioritaskan ke posko.”
Devi menekankan bahwa pelaksanaan one way yang memakan waktu hingga satu jam berpotensi membahayakan kondisi anak-anak, terlebih dalam cuaca panas. Ia menegaskan, “Karena lumayan lama, kurang lebih satu jam. Makanya kita prioritaskan anak dulu.”
Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Abdurrohman Hidayat, menegaskan kebijakan tersebut. Ia menyatakan, “Dikarenakan pelaksanaan one way memakan waktu cukup lama, kami mengajak pengendara yang membawa anak untuk beristirahat dahulu di tempat istirahat dan pos polisi terdekat.”
Di tengah kepadatan arus balik dan cuaca terik, tindakan cepat petugas menjadi penyelamat. Langkah ini memastikan perjalanan liburan tetap aman, terutama bagi penumpang paling rentan: anak-anak. Kejadian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan dan prioritas keamanan bagi keluarga yang bepergian di jalan raya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
Gaji Ke-13 2026: Mulai Bayar ASN, TNI, Polri, Pensiunan
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Jadwal Sholat Bandung 04 Juni 2026: Subuh 04:35, Zuhur 11:51
Jawa Barat Raih Opini WTP ke-15 Berturut‑turut 2025
Berita Terbaru
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Tahu: Protein Nabati, Rasa Martabak, Bola, Gejrot Tradisional
SIM Digital Korlantas: Praktis, Aman, dan Dinamis Baru
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot
