Bandara Husein Sastranegara Akan Diaktifkan Kembali

Mira T. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Bandara Husein Sastranegara Akan Diaktifkan Kembali

Gambar atau konten salah?

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menanggapi arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara. Ia mengungkapkan rasa syukur karena inisiatif tersebut telah lama ia nantikan.

Presiden Prabowo mengarahkan secara langsung agar beberapa bandara di Indonesia diaktifkan kembali dan dioptimalkan, termasuk Bandara Husein Sastranegara di Bandung dan Bandara Adi Sutjipto di Yogyakarta. Rencana ini menandai langkah pemerintah dalam memperkuat infrastruktur penerbangan nasional.

Untuk menindaklanjuti arahan tersebut, Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan) Donny Ermawan menerima kunjungan kerja dari Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Wamen PPN/Waka Bappenas) RI Febrian Alphyanto Ruddyard di ruang kerja Wamenhan, Jakarta, pada Senin, 25 Mei 2026.

“Saya bersyukur sekali, setelah Presiden berkunjung ke Kota Bandung pada tanggal 25 Mei yang lalu, sorenya saya mendapatkan kabar Presiden memberikan instruksi agar reaktivasi Bandara Husein bersama-sama dengan Adisucipto,” kata Farhan, Rabu, 27 Mei 2026.

Farhan menjelaskan bahwa selama ini Bandara Husein tidak ditutup, namun aktivitas penerbangan komersialnya hanya diizinkan menggunakan pesawat baling-baling untuk rute antarkota di Pulau Jawa. “Kita sangat menunggu reaktivasi ini karena bagaimanapun selama ini Bandara Husein bukan ditutup ya, tetapi aktivitas untuk penerbangan komersialnya hanya diizinkan penerbangan komersial berjadwal menggunakan pesawat baling-baling dan tujuannya adalah antarkota di dalam Pulau Jawa,” tambahnya.

Selain penataan bandara, pertemuan ini membahas proyeksi jangka panjang pembentukan ekosistem industri makro kedirgantaraan melalui konsep Sustainable Aerospace Park di Kertajati. Konsep ini mengombinasikan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) komersial dan militer. Kedua pihak sepakat untuk terus mematangkan cetak biru teknokratis serta pola pengelolaan asetnya.

Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk segera menggelar rapat koordinasi lanjutan yang lebih intensif bersama kementerian teknis, jajaran TNI Angkatan Udara, serta pihak pemerintah provinsi terkait. “Nah saya harapkan, tentu Pak Presiden yang telah memberikan perintah kepada Bappenas dan Kemenhan untuk mengkaji. Dan kajiannya ini menunjukkan bahwa potensi penerbangan di Kota Bandung, yang merupakan salah satu subsektor transportasi ini bisa tumbuh kembali,” ujar Farhan.

Meski telah menerima informasi tentang wacana ini, Farhan menyatakan penerbangan di Bandara Husein tetap terbatas. Pesawat yang melayani penerbangan tidak bisa berdimensi besar, karena maksimal hanya bisa untuk pesawat baling-baling, 737 hingga A370. “Kita kan tidak bisa menerima pesawat berbadan lebar. Kita hanya bisa menerima pesawat sekelas 737 A320 gitu. Tapi cukup da Bandung mah sakitu oge. Cukup pisan itu mah,” tuturnya.

Farhan menegaskan bahwa ia masih menunggu arahan lebih lanjut soal rencana reaktivitas tersebut. Di sisi lain, Pemerintah Kota Bandung pun berencana memperbaiki sarana pendukung untuk menunjang kebutuhan operasional Bandara Husein. “Nah eta belum tahu, pokoknya mah kita siap sedia aja. Kita beresin jalannya dulu sarana prasarana, tempat parkir dan akses yang baik. Mudah-mudahan bisa masuk APBD 2027 doakeun, ya,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, Bandara Husein Sastranegara akan kembali berfungsi sebagai gerbang penerbangan antarkota, sementara Kota Bandung mempersiapkan infrastruktur pendukung agar operasional bandara dapat berjalan lancar. Rencana ini mencerminkan upaya pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan konektivitas udara dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

Bandara Husein SastranegaraReaktivasi BandaraSustainable Aerospace ParkMROKonektivitas UdaraEkosistem Industri KedirgantaraanAPBD 2027

Komentar

Memuat komentar...