Bandung: 7.800 Anak Masih Putus Sekolah, Disdik Verifikasi

Jaka M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 127 dibaca
Bisik.id
Bandung: 7.800 Anak Masih Putus Sekolah, Disdik Verifikasi

Gambar atau konten salah?

BandungDinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung mengungkapkan bahwa sekitar 7.800 anak di wilayahnya masih berada dalam status putus sekolah. Angka ini berasal dari pemutakhiran data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Menurut Asep Gufron, Kepala Disdik Kota Bandung, data awal Pusdatin menunjukkan 22 ribu orang putus sekolah. Setelah dilakukan verifikasi ulang, jumlah tersebut turun menjadi 11 ribu. “Dari 11 ribu, kita cek lagi datanya. Ada sekitar 1.600 di luar warga Kota Bandung masuk di data itu. Jadi totalnya sekarang tinggal 7.800,” ujarnya pada 28 April 2026.

“Itu kan bukan produktif lagi, nanti kita akan kompres terus datanya. Terus ternyata banyak juga yang terdata bukan warga Kota Bandung. Ada yang Cimahi, ada yang Kabupaten Garut, banyak lah di luar Kota Bandung,” tambah Asep. Ia menegaskan bahwa proses verifikasi masih berlangsung, karena ditemukan warga berusia 40 tahunan yang masuk dalam daftar putus sekolah di Kota Bandung.

Faktor penyebab angka putus sekolah masih tinggi, menurut Asep, meliputi dominasi masalah ekonomi dan kecanduan ponsel pintar. “Jadi kemarin itu banyak faktor ekonomi, si anak itu sama orang tuanya daripada sekolah lebih baik nyari kerja. Misalnya jadi tukang parkir, terus jadi yang di pasar dan sebagainya,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti kasus anak yang tidak mau sekolah karena kecanduan HP. “Terus ada juga, si anaknya sama sekali tidak mau sekolah karena kecanduan HP. Ini kondisi di lapangan seperti itu, kita terus berupaya meyakinkan orang tua supaya anak itu mau sekolah,” tambahnya.

Disdik Kota Bandung telah menyiapkan opsi bagi anak-anak tersebut untuk kembali bersekolah. Mereka akan diarahkan mengikuti program kesetaraan Paket A, B, dan C. “Mudah-mudahan bisa turun lagi, karena program kita terus masih dilakukan. Kita koordinasi dengan kewilayahan, bagi yang misalnya tidak sekolah kita ada pola pembelajaran kesetaraan paket A, B, C. Minimal si anak tersebut sekolah, itu dapat ijazah. Siapa tahu nanti nanti rubah pemikiran, dia mau kuliah,” pungkasnya.

Angka putus sekolah yang masih mencapai ribuan kasus menandakan perlunya pendekatan berkelanjutan. Verifikasi data yang ketat, pengenalan program pendidikan alternatif, dan upaya mengatasi faktor ekonomi serta kecanduan teknologi menjadi kunci untuk menurunkan jumlah anak yang tidak menempuh pendidikan di Bandung.

putus sekolahBandungDinas Pendidikanekonomikecanduan HPPaket A, B, Cverifikasi data

Komentar

Memuat komentar...