Bandung Bongkar Kios PKL Cicadas Market, Siap BRT 2024
Gambar atau konten salah?
Pemkot Bandung mulai membongkar sejumlah lapak terbengkalai yang dipakai PKL di kawasan Cicadas Market. Pembongkaran pada Senin, 20 April 2024, dilakukan sebagai upaya penataan lingkungan.
Kasatpol PP Kota Bandung Bambang Sukardi mengatakan, pembongkaran kios PKL Cicadas Market tujuan utamanya untuk mendukung proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Sebab di Jalan Ahmad Yani, nantinya akan dibangun koridor untuk moda transportasi massal tersebut.
Bambang berkata, “Untuk BRT, itu nanti akan terkena juga untuk koridor berapa lah. Makanya kita melakukan penggalangan, penggalangan ini sudah dilakukan kita kerjasamakan dengan Dinas KUKM sebagai pembinanya,” kata Bambang, Rabu, 22 April 2024.
Bambang menyatakan, jika melihat regulasinya, Cicadas Market sebetulnya merupakan zona merah untuk PKL. Namun karena ada kebijakan di zaman dulu, para pedagang pun difasilitasi berjualan di lokasi tersebut.
Kemudian, Pemkot Bandung kata Bambang beberapa waktu lalu punya agenda penataan lingkungan. Sejumlah kios terbengkalai di Cicadas Market pun jadi target pembongkaran setelah dikoordinasikan dengan pengurus PKL di sana.
“Kurang lebih ada delapan kios yang kita bongkar, tapi ini hasil dari penggalangan komunikasi dengan pengurus PKL. Jadi kita lakukan pendekatan, kios yang tidak dipakai akan kita bongkar,” ungkapnya.
Setelah ini, Satpol PP menargetkan sejumlah kios terbengkalai kembali di Cicadas Market untuk dibongkar. Namun dengan catatan, koordinasi tetap dilakukan demi mencegah gesekan di lapangan.
“Jadi intinya yang tidak terpakai itu tetap harus dibongkar gitu biar kelihatan ada perubahannya. Nah, ini yang sedang kita lakukan penggalangan dengan para koordinator PKL yang ada di Cicadas Market itu,” pungkasnya.
Langkah ini bertujuan memberi ruang bagi pembangunan BRT dan memperbaiki tampilan kawasan. Dengan koordinasi antara Satpol PP, Dinas KUKM, dan pengurus PKL, harapannya tidak ada konflik dan lingkungan menjadi lebih teratur.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
