Bandung Cari Cara Baru Kelola Sampah di Tengah Naiknya BBM
Gambar atau konten salah?
Bandung, 25 April 2026 – Pemerintah Kota Bandung sedang mencari cara baru untuk mengelola sampah kota. Kenaikan harga bahan bakar non‑subsidi membuat biaya operasional truk pengangkut sampah melonjak dua kali lipat.
Wali Kota Muhammad Farhan menjelaskan bahwa semua truk pengangkut sampah kini menggunakan BBM solar non‑subsidi. “Biaya pengangkutan sampah sekarang ini truk‑truk sampah kita semuanya menggunakan bahan bakar solar non‑subsidi. Artinya biaya BBM untuk pengangkutan sampah itu naik dua kali lipat. Sehingga kami memang harus memikirkan sebuah cara untuk bisa memastikan efektivitasnya berjalan dengan baik,” kata Farhan.
Menurut perhitungan sementara, jika harga BBM tidak turun, anggaran kota akan habis sebelum akhir tahun 2026. Farhan mengungkapkan, “Begini, kalau angka begini, ini masih teori ya. Kalau kita tidak mengurangi jumlah ritase, maka dengan anggaran yang sekarang kita hanya bisa mengangkut sampai bulan November. Jadi terakhir angkut akhir Oktober, awal November kita sudah tidak punya uang untuk secara teori. Awal November kita sudah tidak punya anggaran lagi untuk mengangkut,”
Farhan menekankan perlunya strategi baru. “Ada strateginya, apa yang harus kita lakukan. Apakah melakukan efisiensi, ataukah kita melakukan perubahan anggaran, ataukah kita akan menyusun sebuah strategi yang baru,” tuturnya.
Selain masalah BBM, Farhan juga menyiapkan rencana untuk TPA Sarimukti. Ia mengatakan, “Pada saat bersamaan pun kami menyadari, sesuai dengan kesepakatan kita, kuota untuk menuju ke TPA itu kan mulai dikurangi sedikit demi sedikit. Maka saya akan ke Jakarta bertemu dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mulai menyusun roadmap yang lebih pasti agar di akhir tahun 2026, sesuai dengan rencana pemerintah pusat, tidak ada lagi open dumping. Tidak ada lagi TPA,”
Farhan menegaskan bahwa waktu masih terbatas. “Nah, ini yang harus kita susun dari sekarang, mumpung kita masih punya waktu sekitar 6 bulan, agar di akhir tahun kita sudah tidak punya TPA lagi,” pungkasnya.
Dengan dua kali lipat anggaran truk pengangkut sampah dan rencana penghapusan TPA Sarimukti, Pemerintah Kota Bandung berusaha menyesuaikan kebijakan pengelolaan sampah agar tetap berkelanjutan dan terjangkau bagi warga. Kenaikan BBM menjadi faktor utama yang memaksa kota ini merombak strategi pengangkutan sampah dan menyiapkan solusi jangka panjang bagi masalah open dumping.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
