Bandung Cari Lahan Sekolah Rakyat, Belum Temukan Lokasi
Gambar atau konten salah?
Kota Bandung masih berusaha mencari lahan untuk membangun Sekolah Rakyat, bagian dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Hingga kini, pemerintah kota belum menemukan lokasi yang memenuhi standar Kementerian Sosial (Kemensos).
Menurut Kepala Dinas Sosial Kota Bandung Yorisa Sativa, pemerintah kota sudah memiliki calon lahan di Bandung Timur. Namun, lahan tersebut harus berukuran minimal 5 hektare.
“Kami masih menunggu lokasi. Saya akan lapor lagi ke pimpinan agar lokasi yang kita rencanakan yang daerah timur, mudah-mudahan itu bisa di‑approve,” kata Yorisa pada hari 02 Juni 2026.
Yorisa menjelaskan bahwa mencari tanah seluas 5 hektare di kota ini tidak mudah. Untuk itu, Dinas Sosial akan bernegosiasi dengan Kemensos agar diberi keringanan atas ketentuan ukuran lahan. Ia juga sudah berkoordinasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) karena lahan seluas itu jarang ditemui.
“Kami akan koordinasi juga dengan Kemensos, karena syarat yang diminta itu harus minimal 5 hektar. Jadi, kami akan terus berupaya untuk memenuhi minimal mendekati. Kalau sampai 5 hektar, mungkin agak susah di Kota Bandung. Sudah berkoordinasi dengan BKAD juga. Cukup jarang lahan seluas itu. Jadi, kami akan mencoba juga negosiasi ke Kemensos agar minimal mendekati besaran luas itu,” ujarnya.
Yorisa menyebutkan ada empat calon lokasi Sekolah Rakyat di kota: satu di Ujungberung, dua di Cibiru, dan satu di Gedebage.
Sejauh ini, Kota Bandung sudah memiliki tiga lokasi rintisan Sekolah Rakyat, yaitu di Balai Latihan Kerja (BLK), Politeknik Kesejahteraan Sosial, dan Balai Wyata Guna.
Jumlah siswa yang akan mengikuti program ini adalah 250 siswa, terbagi menjadi 50 siswa SD, 100 siswa SMP, dan 100 siswa SMA.
Dengan upaya koordinasi lintas lembaga dan pencarian lahan yang strategis, pemerintah kota berusaha memastikan Sekolah Rakyat dapat segera terwujud, memberikan akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
