Bandung Catat 248 Kasus Suspek Campak, 28 Positif Maret 2024
Gambar atau konten salah?
Dinas Kesehatan Kota Bandung (Dinkes) mencatat peningkatan signifikan jumlah kasus penyakit campak. Hingga akhir Maret 2024, sudah terdaftar 248 kasus suspek, dan 28 di antaranya telah terkonfirmasi positif.
Menurut Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes, Dadan Mulyana Kosasih, sebagian besar kasus terjadi pada kelompok balita. Ia menegaskan bahwa semua pasien yang dilaporkan telah membaik, tanpa ada kasus kematian.
“Campak ini penyakit yang sangat mudah menular, bahkan lebih tinggi dari Covid-19. Satu orang bisa menularkan ke 17 sampai 18 orang. Tapi ini bisa dicegah dengan imunisasi,”
Dadan menambahkan bahwa 69% balita yang positif campak belum mendapatkan imunisasi. “Ini menunjukkan pentingnya imunisasi. Mayoritas kasus yang kita temukan justru terjadi pada anak yang belum diimunisasi,” ungkapnya.
Data Dinkes menunjukkan cakupan imunisasi campak rubella di Kota Bandung masih belum mencapai target nasional sebesar 95%. Imunisasi dasar campak (MR1) pada bayi usia 9 bulan tercatat sebesar 84,3% pada periode 2022 dan 2023. Sementara itu, imunisasi lanjutan (MR2) pada usia 18 bulan masih lebih rendah, yakni 59,5% pada 2022 dan meningkat menjadi 66,9% pada 2023. Imunisasi pada anak kelas 1 SD berada di angka 87%.
“Masih ada kesenjangan antara imunisasi dasar dan lanjutan. Banyak yang menganggap cukup di usia 9 bulan, padahal imunisasi lanjutan di 18 bulan itu wajib,”
Untuk menutup celah tersebut, Dinkes terus menggencarkan program imunisasi kejar (catch‑up campaign) di seluruh kecamatan. Program ini menyasar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, tanpa memperhatikan keterlambatan usia selama masih dalam rentang usia balita.
“Silakan masyarakat datang ke puskesmas atau melalui kader. Imunisasi kejar tetap bisa diberikan selama anak masih dalam usia sasaran,” ujar Dadan.
Dinkes juga bekerja sama dengan aparat kewilayahan seperti kecamatan, kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk mengedukasi masyarakat. Warga diingatkan untuk mewaspadai gejala campak, yang biasanya diawali dengan demam tinggi, diikuti ruam pada kulit, serta batuk, pilek, dan mata merah.
Jika anak menunjukkan demam, segera bawa ke fasilitas kesehatan tanpa menunggu ruam muncul. Penderita yang diduga campak dianjurkan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dan memakai masker. “Virus campak bisa bertahan di udara hingga dua jam. Jadi penggunaan masker dan isolasi mandiri sangat penting untuk mencegah penularan,”
Dadan menekankan bahwa imunisasi adalah bentuk perlindungan paling efektif terhadap campak. Dengan cakupan imunisasi mencapai 95%, kekebalan kelompok (herd immunity) dapat terbentuk dan melindungi masyarakat secara luas.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mengecek kembali status imunisasi anaknya. Jika belum lengkap, segera lengkapi. Ini penting untuk melindungi anak dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Situasi ini menyoroti betapa pentingnya program imunisasi yang komprehensif. Tanpa upaya intensif, risiko penularan campak tetap tinggi, terutama di kalangan balita yang belum terjangkau imunisasi lanjutan. Dinkes Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat cakupan imunisasi, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya vaksinasi tepat waktu. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan jumlah kasus campak dapat ditekan, dan masyarakat dapat kembali merasa aman dari penyakit menular ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kementerian Sosial Buka 5.127 Posisi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026
Ayi Solehudin Ditemukan di Gunung Salak setelah 2,5 Tahun
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ternyata Miliki Aset Berlimpah
Rupiah Jatuh 14.000, Pasar Saham Turun 4.1%, Risiko Kredit
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
Gaji Ke-13 2026: Mulai Bayar ASN, TNI, Polri, Pensiunan
Berita Terbaru
Pasangan Ganda Indonesia Kalah di Indonesia Open, Siap Dunia
Harga Emas Antam Palembang Turun Rp2,759.000 per Gram
Harga Emas Antam Medan Turun Rp15.000 per Gram di Medan
Sekolah Jember Siapkan Lapangan Sepak Bola Internasional
Kementerian Sosial Buka 5.127 Posisi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026
BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 Hoaks, Cek Sumber Resmi
Kementerian Lingkungan Target Turunkan Emisi CO2 15% 2025
Korea Selatan & Panama Menang Uji Coba Piala Dunia 2026
