Bandung Dinasang Hujan Kencang, 8 Pohon dan Reklame Jatuh

Sigit W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Bandung Dinasang Hujan Kencang, 8 Pohon dan Reklame Jatuh

Gambar atau konten salah?

Hujan deras dan angin kencang pada siang hari Jumat, 03 April 2026, membuat banyak pohon dan reklame di Kota Bandung jatuh. Berdasarkan catatan, setidaknya ada 8 titik kejadian yang tersebar dari Pasteur hingga Cibaduyut. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa.

Rincian titik-titik tersebut meliputi pohon tumbang di Jalan Baladewa, Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo serta di Jalan dr Djundjunan di depan persimpangan tol (arah masuk Bandung). Selanjutnya, di persimpangan Pasirkaliki, Jalan dr Djundjunan arah menuju gerbang tol Pasteur hingga Jalan Neglasari, Ciumbuleuit, Cidadap, Kota Bandung. Ada juga pohon tumbang di Jalan Perintis, Sarijadi, Sukasari, Jalan Cibaduyut dan Jalan Kopo, dekat RS Santosa.

Satu reklame tumbang dilaporkan di Jalan Purnawarman, tepatnya di depan Bandung Electronic Center (BEC). Reklame tersebut roboh setelah tiang penyangganya patah karena tidak mampu menahan beban. Beruntung, tidak ada korban jiwa. Namun, reklame belum dievakuasi karena tertahan oleh kabel listrik di sekitarnya. Warga memasang penanda agar tidak ada yang mendekati lokasi kejadian.

Menurut Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, selama seminggu terakhir masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sebagian wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang masih mendukung pertumbuhan awan konvektif yakni suhu muka laut yang hangat di sebagian besar perairan Indonesia yang memicu tingginya suplai uap air, serta keberadaan pola siklonik di Samudra Hindia yang membentuk daerah belokan dan pertemuan angin (konvergensi) tepat di atas pulau Jawa. “Ditinjau dari Musim saat ini sebagian wilayah Jawa Barat bagian utara memasuki masa peralihan dan sebagian besar masih dalam periode musim hujan. Pada masa peralihan terdapat potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dalam skala lokal,” ujarnya.

Ia mengimbau agar warga dan instansi terkait waspada terhadap kondisi cuaca yang berubah tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, pohon tumbang.

Peristiwa ini menegaskan bahwa cuaca ekstrem masih menjadi ancaman di wilayah ini. Meskipun belum ada korban jiwa, potensi kerusakan dan risiko bagi publik tetap tinggi. Warga diharapkan tetap waspada dan mengikuti petunjuk resmi dari pihak berwenang.

Hujan derasAngin kencangPohon tumbangReklame robohBandungCuaca ekstremBanjirTanah longsor

Komentar

Memuat komentar...