Bangkok Tertangkap Panas Ekstrem 52°C, BMA Peringatkan Warga

Endah K. · 2 min baca · 29 hari lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Bangkok Tertangkap Panas Ekstrem 52°C, BMA Peringatkan Warga

Gambar atau konten salah?

Cuaca panas di Bangkok, Thailand, mencapai puncak pada 4 Mei 2026 ketika suhu diukur lebih dari 52 derajat Celsius. Angka ini masuk dalam kategori bahaya ekstrem, level tertinggi dalam sistem peringatan panas yang dikelola oleh Departemen Lingkungan Bangkok Metropolitan Administration.

Setelah mencatat suhu tersebut, BMA segera mengeluarkan peringatan. Warga diminta untuk menghindari aktivitas di luar ruangan, terutama pada jam-jam terpanas. Peringatan tersebut menekankan bahwa panas ekstrem meningkatkan risiko penyakit terkait cuaca panas, seperti serangan panas atau heatstroke yang dapat berakibat fatal.

Departemen tersebut juga merilis prakiraan harian indeks panas maksimum. Indeks ini menunjukkan kondisi sudah melewati ambang batas aman. Masyarakat, terutama kelompok rentan, diminta untuk tidak beraktivitas di luar ruangan sama sekali. Kelompok yang perlu ekstra waspada meliputi:

  • Anak-anak di bawah lima tahun
  • Lansia di atas 60 tahun
  • Ibu hamil
  • Orang dengan penyakit tertentu
  • Obesitas
  • Pengguna alkohol
  • Orang yang berolahraga di luar ruangan, termasuk wisatawan

Gejala yang harus diwaspadai antara lain kelelahan, pusing, ruam kulit, pembengkakan atau kemerahan pada tubuh, kram, dan kondisi paling serius yakni heatstroke. Jika seseorang mengalami gejala tidak biasa, ia diminta segera mencari pertolongan medis.

Indeks panas dihitung berdasarkan suhu udara dan kelembapan relatif, sehingga mencerminkan suhu yang benar-benar dirasakan tubuh. BMA membagi indeks panas ke dalam empat tingkat risiko:

  • 27‑32,9 °C: masyarakat diminta mengikuti informasi cuaca, kelompok rentan perlu cukup minum.
  • 33‑41,9 °C: aktivitas luar ruangan dikurangi, terutama pukul 11.00‑15.00.
  • 42‑51,9 °C: masuk kategori bahaya, kondisi tubuh harus dipantau ketat.
  • Lebih dari 52 °C: bahaya ekstrem, semua aktivitas luar ruangan harus dihentikan.

Untuk mengurangi paparan panas, warga yang tetap harus beraktivitas dapat mencari tempat perlindungan atau “ruang pelarian panas” melalui situs Greener Bangkok. Informasi terkini juga tersedia lewat aplikasi AIR BKK. Pihak berwenang menegaskan bahwa kewaspadaan menjadi kunci utama di tengah cuaca ekstrem ini, mengingat dampaknya bisa serius bagi kesehatan jika diabaikan.

Cuaca panas ekstrem ini menandai salah satu hari terpanas yang pernah tercatat di Bangkok. Warga diharapkan tetap waspada, menjaga hidrasi, dan mengikuti saran BMA untuk melindungi diri dari risiko kesehatan yang meningkat.

Bangkoksuhu ekstremheatstrokekelompok rentanindeks panasBMAhidrasi

Komentar

Memuat komentar...