Banjir 2 Desa Mojokerto Selama Idul Fitri Lebih Parah

Eko P. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 30 dibaca
Bisik.id
Banjir 2 Desa Mojokerto Selama Idul Fitri Lebih Parah

Gambar atau konten salah?

Banjir melanda dua desa di Mojokerto pada malam hari takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri. Mulai 20 Maret 2024, air mengalir menenggelamkan permukiman di Desa Jumeneng dan Desa Tinggar Buntut.

Di Desa Jumeneng, warga melaporkan banjir mulai sekitar jam 19.00. Teguh Waluyo, salah satu penduduk, mengonfirmasi bahwa ketinggian air mencapai 1 meter di beberapa tempat dan setengah meter di tempat lain. Sebagian keluarga terpaksa mengungsi di kampung sebelah karena tidak ada tempat aman di dalam rumah.

BPBD Kabupaten Mojokerto mencatat bahwa banjir merendam 56 rumah dan 22 hektar sawah di Dusun Kuripan, serta 90 rumah dan 18 hektar sawah di Dusun Balongcangkring. Evakuasi dimulai di Balai Dusun Kuripan sebelum para warga dipindahkan ke rumah saudara.

Di Desa Tinggar Buntut, banjir mulai dilaporkan pada pukul 23.00. Bupati Gus Barra menyebut dua penyebab utama: pintu air (dam) Sungai Sadar tersumbat sampah dan tanggul Sungai Sadar pecah sekitar 30 meter di Desa Jumeneng. Warga di beberapa rumah sudah dievakuasi.

Untuk menanggulangi banjir, pihak pemerintah memprioritaskan pembersihan pintu air di Dam Tinggar Buntut. Kerja sama antara BPBD, Dinas PUPR, dan masyarakat sedang berlangsung. Karena kondisi tempat sulit dijangkau oleh alat berat, dibutuhkan tenaga banyak. Setelah sumbatan dibersihkan, diperkirakan banjir akan segera surut, lalu dilakukan perbaikan tanggul yang jebol.

Ringkasan: Banjir di Mojokerto disebabkan oleh pintu air tersumbat dan tanggul pecah. Kedua desa terdampak, dengan jumlah rumah yang merendam mencapai 146 unit. Evakuasi telah dilakukan dan upaya pembersihan serta perbaikan tengah berlangsung.

Banjir MojokertoDesa JumenengSungai SadarPintu AirTanggulIdul FitriBPBD

Komentar

Memuat komentar...