Banjir 5 Hari di Jalan Raya Sapan: Truk Hanya Lintas

Nita W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 91 dibaca
Bisik.id
Banjir 5 Hari di Jalan Raya Sapan: Truk Hanya Lintas

Gambar atau konten salah?

15 April 2026 – Banjir menggenang di Jalan Raya Sapan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Air menenggelamkan jalan sepanjang 4 kilometer dan membuat aktivitas warga terhambat. Hanya truk besar yang masih dapat melintasi jalan, sementara motor dan mobil pribadi terpaksa ditinggalkan di pinggir jalan.

Genangan air, yang berasal dari Sungai Cikeruh, menembus permukiman dengan ketinggian rata-rata antara 60 sentimeter dan 100 sentimeter. Warga yang berusaha beraktivitas harus menunggu hingga truk besar datang untuk menjemput mereka. Beberapa motor yang nekat melintas terhenti di tengah jalan, hanya dapat dituntun oleh pengendara.

Menurut Siregar, penjaga pabrik berusia 66 tahun, “Banjir ini sudah masuk hari ke lima. Ketinggian sekitar 60 sentimeter lebih lah,” katanya. Ia menambahkan bahwa jalan ini sering kali dilanda banjir saat hujan deras, namun kali ini banjirnya “separah ini. Ya, kan kalau banjir biasanya besoknya juga sudah surut gitu. Ini mah berlarut-larut sampai ini hari kelima,

Ia menjelaskan bahwa motor dan beberapa mobil pribadi tidak dapat melintas. “Banyak juga motor yang mogok ya, mogok karena mungkin kondisi motornya tidak ada yang selamat gitulah,” jelasnya. Untuk karyawan pabrik, motor disimpan di area jalan yang tidak terendam. Pabrik kemudian menjemput karyawan dengan menggunakan truk-truk besar.

Mereka berhenti di sana hanya ngantar sampai jembatan, yang karyawan ke pabrik itu kan pada jalan kaki aja. Dengan celana pendek tentunya,” ucapnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah seharusnya turun langsung ke lapangan. “Saya rasa semua warga menginginkan pemerintah fokus mengurusi masyarakatnya kan bukan mengurusi luar negeri. Tujuan pemimpin-pemimpin itu kan sebenarnya ini kan fungsinya kan hanya untuk mensejahterakan masyarakatnya,” tambahnya.

Menurut Siregar, banjir ini merugikan ekonomi warga. “Masyarakat tidak perlu dikasih makan, dikasih ini. Yang penting bisa lancar cari pekerjaan. Banjir ini kan merugikan melumpuhkan ekonomi juga kan,” tambahnya.

Yuyun, seorang warga berusia 35 tahun, mengungkapkan kesulitan yang dialaminya. “Iya saya motor di simpan di depan pabrik yang enggak banjir. Terus saya jalan kaki dari rumah ada lah sampai satu kilometer,” kata Yuyun. Ia menjelaskan bahwa rumahnya berada di area dataran tinggi sehingga tidak mengalami kebanjiran, sedangkan rumah tetangga mengalami banjir.

Yuyun berharap solusi segera ditemukan. “Solusinya ya, semoga enggak banjir begini terus ya. Enggak begini terus lah. Soalnya capek juga kalau bolak-balik terus begini,” pungkasnya.

Sejak 11 April 2026, banjir telah menggenang di sepanjang Jalan Raya Sapan. Warga kini harus menunggu truk besar untuk dapat beraktivitas, sementara pemerintah diharapkan dapat segera menanggapi masalah ini. Penanganan yang cepat dan terfokus pada kebutuhan warga dapat membantu memulihkan aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari‑hari di daerah tersebut.

BanjirJalan Raya SapanSungai CikeruhTruk besarMotor pribadiPemerintahEkonomi warga

Komentar

Memuat komentar...