Banjir Aceh Tengah: 4 Kampung Terkunci Jembatan Ambruk
Gambar atau konten salah?
Setelah hujan deras berlangsung beberapa jam, sungai di Aceh Tengah meluap, menimbulkan banjir yang parah. Dua jembatan darurat yang dibangun selama bencana terhuyung dan runtuh, mengakibatkan empat kampung di Kecamatan Ketol kembali terisolir.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bahron Bakti, “Jembatan ambruk mengakibatkan 4 kampung kembali terisolir di Kecamatan Ketol.” Ia menambahkan bahwa tim gabungan masih menanggulangi dua jembatan yang hanyut. Alat berat telah dikirim ke lokasi untuk membangun jembatan darurat baru.
Selain itu, beberapa desa di Aceh Tengah juga mengalami banjir dan tanah longsor. Kejadian tersebut terjadi di:
- Desa Sepakat, Kecamatan Celala
- Desa Gele Pulo
- Jalan Bintang‑Simpang Kraf, Kecamatan Bintang
- Desa Lumut dan Jembatan Kala Ili, Kecamatan Linge
- Desa Mendale dan Paya Kumbi, Kecamatan Kebayakan
Banjir dan longsor di daerah tersebut terjadi pada malam 31 Maret 2026. Longsor menutup jalan Bintang‑Simpang Kraf, sehingga akses lalu lintas sempat lumpuh. Bahron Bakti menyatakan, “Sekarang telah normal kembali.”
Di Desa Pertik, Kecamatan Pining, Gayo Lues, banjir merendam sepuluh rumah warga, sebuah gereja, dan SMAN 1 Pining. Air setinggi lutut orang dewasa dipicu oleh meluapnya Sungai Aih Kulit yang berada di tengah perkampungan.
Fakta ini menunjukkan betapa cepatnya kondisi dapat berubah akibat hujan deras. Meskipun infrastruktur hancur dan akses terputus, upaya penanggulangan berhasil mengembalikan normalitas dalam waktu singkat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Padangsidimpuan, Sumut
Raffi Ahmad Operasi Benjolan Bahu Setelah Haji, Tertutup
Lirik Lagu Timur: Rindu dan Harapan di Jarak Jauh Menyusuri
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Jaga Kolam Ikan Rumah Bersih: Tips Pembersihan dan Nutrisi
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Berita Terbaru
