Banjir Bandang di Purwokerto Utara, Banyumas, 14 April

Yanto K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 60 dibaca
Bisik.id
Banjir Bandang di Purwokerto Utara, Banyumas, 14 April

Gambar atau konten salah?

Banjir bandang melanda beberapa titik di Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas pada 14 April 2026 setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Air datang tiba‑tiba, arus deras menggenangi rumah‑rumah warga dan menimbulkan kepanikan di antara penghuni.

Di salah satu hunian kos di Kelurahan Sumampir, Wasimin, penjaga kos, menceritakan bagaimana banjir datang mendadak saat hujan deras turun. “Cepat banget tadi, mendadak. Hujan gede, air dari depan langsung masuk sampai ke rumah depan, garasi, bahkan ke kantor,” ujarnya ketika ditemui wartawan pada 14 April 2026.

Ia menambahkan bahwa air sempat menggenang selama kurang lebih setengah jam sebelum akhirnya surut dengan cepat, layaknya banjir bandang. “Kejadiannya hampir setengah jam, tapi airnya langsung surut, kayak banjir bandang gitu. Ini baru pertama kali, biasanya banjir nggak sebesar ini,” jelasnya.

Arus deras membuat pintu bangunan sulit dibuka karena tekanan air dari luar. “Pintunya nggak bisa dibuka karena ketahan air. Saya mau keluar sudah nggak bisa, akhirnya manjat lewat genteng terus lewat toren dan keluar di depan. Sempat minta tolong anak-anak kos, tapi nggak kuat buka pintunya,” ujarnya.

Wasimin juga menambahkan bahwa sekitar delapan penghuni kos berada di dalam hunian saat kejadian, namun air tidak sampai masuk ke kamar‑kamar. “Tadi anak-anak kos sempat ketakutan panik. Karena kan pintunya ga bisa dibuka. Jadi mereka sempat minta bantuan damkar. Ada sekitar delapan anak yang tadi sempat terjebak di dalam lingkungan,” jelasnya.

Salah satu penghuni kos, Sabrina, mengaku tidak mengetahui persis saat kejadian air mulai masuk ke kawasan kosan. Saat itu dirinya tengah berada di dalam kamar. “Saya waktu kejadian lagi garap skripsi di dalam kamar. Tidak tahu persis informasinya. Tapi setelah keluar ternyata lagi pada ketakutan. Ini sepeda motor saya terendam air sampai setinggi spion. Kayanya sih sudah ga bisa nyala ya,” terangnya.

Di lokasi yang berbeda, Eliana Nurul Hidayati (63) di Perumahan Puri Intan, Kelurahan Pabuwaran, juga mengalami kejadian serupa. Ia mengaku air datang tiba‑tiba saat dirinya sedang beristirahat di rumah. “Saya lagi tiduran, tiba‑tiba hujan angin terus air langsung masuk ke rumah. Itu sudah kayak air bah, warnanya hitam, langsung naik sampai seperut,” kata Eliana.

Karena arus yang sangat deras, Eliana mengaku tidak sempat menyelamatkan barang‑barangnya. “Saya sudah nggak bisa nyelamatin apa-apa, panik. Saya cuma bisa menyelamatkan diri dan minta tolong ke tetangga,” ujarnya.

Ia menyebut, air diduga berasal dari pembangunan proyek di sebelah utara rumahnya. Debit air yang deras kemudian menghantam tembok rumahnya bagian belakang hingga membuat jebol. “Ternyata dari sana sebelah utara jebolnya, itu ada pembangunan proyek. Makanya airnya ke sini semua. Saya juga baru isi kolam minggu kemarin, sekitar 3,1 juta gurame, itu kebawa semua. Terus peralatan elektronik juga terendam semua. Ada mobil juga di garasi, mudah‑mudahan nggak rusak ya,” ungkapnya.

Eliana menambahkan, banjir berlangsung sekitar satu jam dengan arus yang sangat deras sebelum akhirnya surut. “Kira‑kira satu jam, tapi deras sekali seperti air bah. Ini juga baru pertama kali,” pungkasnya.

Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski begitu, kerugian materi diperkirakan cukup besar. Kejadian ini menegaskan betapa pentingnya kesiapsiagaan warga dan peran penegakan peraturan pembangunan di daerah rawan banjir.

Banjir bandangPurwokerto Utarahujan deraspembangunan proyekkerugian materikesiapsiagaan warga

Komentar

Memuat komentar...