Banjir Bandung Gelar Runtuh Jalan, Sekolah Terpaksa Tutup
Gambar atau konten salah?
Bandung menghadapi banjir yang meluas, tidak hanya di wilayah Kabupaten Bandung tetapi juga di beberapa titik di kota, terutama di Kecamatan Gedebage. Genangan air menutupi jalan dan merembes ke permukiman warga serta fasilitas umum seperti sekolah.
Menurut pengamatan pada 13 April 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, genangan muncul di Jalan Derwati menuju Ciwastra. Air tidak terlalu dalam, namun cukup menghambat arus lalu lintas kendaraan.
Di Kelurahan Rancabolang, banjir merendam jalan gang hingga ke dalam rumah warga. Suci, warga setempat, mengatakan, “Sudah dua hari banjir, kemarin paling gede.” Ia menyebut banjir diduga berasal dari luapan Sungai Cinambo Baru yang berada di belakang permukiman. “Airnya dari belakang, di sana dari sungai. Kejadian gini sering, tiap tahu, tidak ada solusi dari pemerintah,” ujarnya.
Selain Rancabolang, banjir juga melanda Komplek Adipura yang berbatasan langsung dengan aliran Sungai Cinambo Baru. Untuk mengurangi genangan, petugas dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSABM) Kota Bandung menurunkan satu unit mobil penyedot air. Air dari kawasan tersebut disedot dan dialirkan ke sungai yang bermuara ke Sungai Citarum. “Adipura banjir juga, ini airnya disedot ke sungai sana (aliran menuju Citarum),” kata Ari, salah satu petugas di lapangan.
Genangan juga terlihat di akses Jalan SOR GBLA serta Kantor Dishub Kota Bandung. Meskipun masih tergenang cukup besar, jalan tersebut sudah dapat dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat.
Di Rancanumpang, banjir memengaruhi kegiatan pendidikan. Sekolah SDN 216 Sondariah terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar karena akses menuju sekolah dan halaman masih tergenang air. Ilham, warga sekitar, mengaku, “Baru hari ini sekolah diliburkan. Banjir sejak Malam Minggu.” Meski sebagian genangan di gang permukiman mulai surut setelah penyedotan air, kondisi di area belakang rumah warga masih cukup dalam. “Di sini paling dalam sebetis, kalau dibelaknag bisa sampai lutut bahkan paha orang dewasa,” pungkasnya.
Situasi ini menunjukkan bahwa banjir di Bandung tidak hanya menjadi masalah sementara. Masyarakat menuntut solusi jangka panjang, sementara pemerintah masih mencari cara efektif untuk mengatasi luapan sungai yang terus berulang setiap tahun.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ternyata Miliki Aset Berlimpah
Rupiah Jatuh 14.000, Pasar Saham Turun 4.1%, Risiko Kredit
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
Gaji Ke-13 2026: Mulai Bayar ASN, TNI, Polri, Pensiunan
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Berita Terbaru
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ternyata Miliki Aset Berlimpah
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Enam Pemancing Diselamatkan Setelah Perahu Terbalik Buleleng
Bernardo Silva: Barcelona & Atlético bersaing keputusan 2026
Debat Akhir HIPMI 2026: Kandidat BPP Bersaing Pasar Modal
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Mourinho Jadi Pelatih Real Madrid, Bek Konate & Dumfries
