Banjir Berulang di Kampung Bojongasih, Bandung, Mengancam Warga
Gambar atau konten salah?
Sabtu, 11 April 2026, banjir kembali melanda permukiman warga di Kampung Bojongasih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Air menutupi jalan dan menimbulkan kesulitan bagi penduduk yang harus menempuh rute berbasah.
Ketinggian air di permukiman berkisar antara 50 sentimeter hingga 1 meter. Beberapa warga terpaksa menyeberangi genangan demi melanjutkan aktivitas sehari‑harinya. Anak‑anak di sekitar area tersebut menganggap tempat itu sebagai kolam renang, melepas pakaian dan bermain di air yang menempel.
“Iya ini banjir mulai naik dari habis maghrib kemarin,” ujar Yogi Gustira (33) saat ditemui di lokasi. Ia menjelaskan bahwa banjir tersebut merupakan kiriman dari Kota Bandung. Selain itu, permukiman berdekatan dengan aliran Sungai Citarum.
Yogi mengungkapkan, “Kayanya hujan dari kota Bandung airnya jadi ke sini, terus di belakang kan ada sungai Citarum, jadi airnya meluap. Sampai sekarang belum surut.” Ia tinggal bersama istri dan mertuanya di rumah yang terdampak. Ketinggian air di dalam rumahnya mencapai 1 meter.
“Di rumah ada lah ketinggian satu meter. Tinggal di sini 2,5 tahun. Istri saya yang asli orang sini, jadi saya tinggal sama mertua,” jelasnya. Selama beberapa hari terakhir, Yogi bekerja di sebuah perusahaan swasta di kawasan Moh Toha, Kota Bandung. Banjir menghambat mobilitasnya saat hendak berangkat kerja.
“Kerja juga jadi terhambat. Keluarga juga terus laporan kondisi banjir, jadi khawatir juga,” ucapnya. Ia berharap pemerintah segera menangani persoalan banjir ini secara serius, karena warga mulai jenuh dengan kejadian berulang.
“Keinginan warga sih banjir ini bisa dicegah, bagaimana caranya dari pemerintah dan bisa direalisasikan. Soalnya banjir di sini mah sudah lama banget,” pungkas Yogi.
Situasi ini menyoroti kebutuhan akan penanganan banjir berkelanjutan di daerah pesisir sungai. Tanpa tindakan yang tepat, warga akan terus menghadapi risiko dan ketidaknyamanan yang sama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rupiah Jatuh 14.000, Pasar Saham Turun 4.1%, Risiko Kredit
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
Gaji Ke-13 2026: Mulai Bayar ASN, TNI, Polri, Pensiunan
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Jadwal Sholat Bandung 04 Juni 2026: Subuh 04:35, Zuhur 11:51
Berita Terbaru
Debat Akhir HIPMI 2026: Kandidat BPP Bersaing Pasar Modal
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Mourinho Jadi Pelatih Real Madrid, Bek Konate & Dumfries
Rupiah Menembus Rp 18.000 Pagi Saat Dolar Tembus 18k Indonesia
PINDEX 2026: Pertamina Patra Niaga Pamer Teknologi Energi
IHSG Turun 4,15% Menembus Support 5.735, Investor Khawatir
