Banjir Berulang di Mojokerto, Tanggul Belum Tuntas Dari Hujan
Gambar atau konten salah?
Perbaikan tanggul Sungai Sadar masih belum selesai, sementara curah hujan tinggi membuat tiga desa di Mojokerto terjerat banjir berulang. Banjir ini sudah terjadi setidaknya tiga kali sejak malam takbir atau H‑1 Hari Raya Idul Fitri.
Dusun Kuripan, Desa Jumeneng, dan Mojoanyar di Mojokerto menjadi korban. Rahmat Ariyanto, warga setempat, mengatakan, “banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Sadar ini sudah 3 kali melanda kampungnya sejak malam takbir, Jumat (20 Maret 2026).”
Menurutnya, banjir sempat surut pada Sabtu (21 Maret 2026) karena bantuan pompa penyedot air dari BPBD Jatim. Namun pada Minggu (22 Maret 2026) terjadi banjir susulan sekitar pukul 01.00 WIB. Baru pada Senin (23 Maret 2026) banjir benar-benar surut total.
“Kemarin malam (24 Maret 2026), banjir naik lagi sehabis Isya, tapi sebelum Isya itu air sudah mengalir ke persawahan,” terangnya kepada wartawan, Rabu (25 Maret 2026).
Pada Dusun Kuripan, pasang surut banjir terjadi karena perbaikan tanggul Sungai Sadar belum tuntas. Titik jebol cukup jauh dari jalan kampung, sehingga dua ekskavator digunakan mengangkut karung berisi tanah dari jalan kampung ke tanggul. “Kalau hujan di atas (kawasan hulu Sungai Sadar), potensi banjir lagi karena masih terbuka lubang jebolnya. Hari ini tadi diupayakan pengangkutan tanahnya untuk tanggul, sepertinya besok sudah ditutup,” ungkapnya.
Rinaldi Rizal Sabirin, kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, menegaskan bahwa banjir susulan terjadi karena perbaikan tanggul Sungai Sadar yang jebol belum tuntas. Pembersihan sampah yang menyumbat pintu air (Dam) Tinggar Buntut telah selesai dikerjakan. Pada pukul 16.00 WIB, banjir yang merendam 56 rumah di Dusun Kuripan surut total. Begitu pula banjir di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari yang sempat merendam 65 rumah warga. Di Desa Tinggar Buntut, Kecamatan Bangsal, banjir sempat merendam 120 rumah di Dusun Buntut dan 210 rumah di Dusun Tinggar. Sore tadi, banjir tersisa di jalan kampung sekitar 5‑10 cm dan 6 hektare sawah. “Pada pukul 16.00 WIB, genangan air Dusun Gembongan, baik di dalam rumah maupun di jalan desa telah surut total,” jelasnya.
Abdul Khakim, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, menambahkan bahwa pihaknya telah mendistribusikan bantuan untuk warga terdampak banjir di Desa Jumeneng dan Tinggar Buntut. Bantuan tersebut berupa makanan tambahan gizi 40 dus, lauk pauk 79 dus, makanan siap saji 29 dus, serta makanan siap saji dari Kemensos 13 dus. “Kami juga mengirim bantuan tandon untuk air bersih di Desa Tinggar Buntut sebanyak 2 buah,” tandasnya.
Perbaikan tanggul masih berlangsung, dan walaupun banjir sudah surut pada beberapa titik, potensi banjir lagi tetap ada. Warga diharapkan tetap waspada terhadap cuaca dan kondisi tanggul yang belum sepenuhnya diperbaiki.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
