Banjir dan Longsor di Jembrana Bali, Ribuan KK Terganggu
Gambar atau konten salah?
Jembrana, Bali, banjir menimpa beberapa wilayah akibat hujan deras pada Minggu, 05 April 2026 siang. Ratusan kepala keluarga terdampak, sementara beberapa rumah mengalami kerusakan akibat tanah longsor.
Petugas gabungan langsung melaksanakan aksi bersih-bersih setelah banjir pada Senin, 06 April 2026 pagi. Sebanyak 50 personel dikerahkan ke Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo.
"Kegiatan kerja bakti dimulai pukul 07.30 hingga 10.00 Wita. Fokusnya adalah pembersihan lumpur di rumah warga yang berada di sepanjang bantaran sungai serta akses jalan umum pedesaan agar aktivitas warga kembali normal," ungkap Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika.
Data BPBD Jembrana menunjukkan dampak cuaca buruk tersebar di beberapa desa di Kecamatan Mendoyo dan Kecamatan Jembrana, mulai dari Banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang. Kecamatan Mendoyo menjadi wilayah terdampak paling parah.
Di Desa Mendoyo Dauh Tukad, diperkirakan 300 KK terdampak banjir yang menggenangi pemukiman mereka. Banjir juga merendam wilayah Desa Yehembang; 7 KK terdampak (tersebar di Banjar Baler Bale Agung dan Banjar Pasar), Kelurahan Tegal Cangkring; 5 KK terdampak, Desa Air Kuning (Kecamatan Jembrana); 5 KK terdampak di wilayah utara SMP 5 Negara.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, menambahkan: "Tak hanya banjir, tanah longsor juga terjadi di Banjar Dangin Pangkung Jangu, Desa Pohsanten. Tercatat ada beberapa titik kerusakan, di antaranya longsor menimpa satu rumah dan kendaraan bermotor milik warga. Satu bangunan dapur warga tertimpa material longsor. Kemudian, akses jalan desa di wilayah tersebut juga sempat terhambat material tanah longsor."
Artana menjelaskan bahwa BPBD Jembrana telah melakukan tindakan cepat di lapangan. Selain asesmen data, BPBD Jembrana juga mulai menyerahkan bantuan logistik kepada para korban terdampak di titik-titik lokasi bencana. Tindakan pendataan dan penyerahan bantuan sudah dilaksanakan di beberapa titik. Seluruh kegiatan pemulihan pascabencana pagi ini berjalan dengan aman dan lancar. Saat ini masih proses pembersihan material lumpur di sejumlah rumah warga.
Banjir dan longsor di Jembrana menandai dampak cuaca ekstrem yang memaksa pemerintah daerah untuk segera menanggapi. Upaya bersih-bersih dan distribusi bantuan logistik menunjukkan respons cepat, namun masih perlu perhatian lebih pada pemulihan jangka panjang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jembatan Selemadeg: Lubang Besar, Perbaikan Masih Menunggu
SMP Jembrana: 99,97% Lulus, Satu Siswa Tidak Lulus Di Sekolah
Enam Pemancing Diselamatkan Setelah Perahu Terbalik Buleleng
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Cuaca cerah berawan Bali, hujan ringan Badung Denpasar
Berita Terbaru
Seleksi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Buka 3-15 Juni: Lulusan PPG
Slamet Santoso: Pemuda Banyuwangi Gabung Sokol Pyrzyce
Liburan Baru Fokus Istirahat: Tren Sleep Tourism Meningkat
Pemerintah Perkenalkan Kebijakan Energi Terbarukan 2025
Amalia & Fadia Raih Kemenangan Ganda Putri, Melaju ke P4
Jembatan Selemadeg: Lubang Besar, Perbaikan Masih Menunggu
Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk, Populasi Menurun 123 Juta
Ariston Luncurkan Pemanas Air Andris 3, Kamar Mandi Smart
