Banjir di Jalan Sumatera Jember: Air Menggenangi Jalan
Gambar atau konten salah?
Pada Kamis 9 April 2026, hujan deras di Kabupaten Jember menimbulkan banjir yang merendam beberapa bagian kota. Air menggenangi jalanan, membuat lalu lintas terhambat.
Di beberapa titik, air menutupi jalanan, terutama di Jalan Sumatera, Jalan Mastrip, Jalan Karimata, dan Jalan Kaliurang, di wilayah Kelurahan Sumbersari. Kondisi ini membuat kendaraan sulit melewati.
Agung Dwi Prasetyo, yang membantu mengatur lalu lintas di Jembatan Jalan Sumatera, melaporkan bahwa air mulai naik cepat sejak pukul 14.30 WIB. “Hujan kan mulai jam 14.00 WIB. Tadi jam 14.30 WIB itu air sungai mulai naik, jam 15.00 WIB itu sudah meluap,” katanya, Kamis 9 April 2026.
Menurut Agung, wilayah tersebut sering banjir saat hujan deras. Ia menilai masalah utama terletak pada drainase yang tidak berfungsi optimal. “Kalau hujan besar gini setiap saat selalu banjir. Penyebabnya karena banyak lubang-lubang (pembuangan) yang tertutup sama lumpur di jembatan itu. Di setiap sisi jalan itu ada tiga atau empat lubang, tapi semuanya tertutup,” ujarnya.
Genangan air tinggi memaksa beberapa pengendara motor menepi. Salah satunya adalah Rizalul Akbar, pekerja yang motornya mogok di Jalan Sumatera. Ia berkata, “Motor saya mati karena hujan deras dan air sungai meluap ke jalan,” paparnya.
Rizal mengaku sudah dua kali mengalami kejadian serupa di wilayah kampus Jember. Ia menambahkan, “Sudah dua kali sih. Yang pertama itu waktu banjir di Jalan Jawa, itu sempat tinggi juga airnya. Terus sekarang kejadian yang kedua di Jalan Sumatera ini,” tandasnya.
Banjir di Jember menyoroti pentingnya perbaikan drainase dan pembersihan lubang pembuangan. Situasi ini mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan infrastruktur agar tidak terulang di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
