Banjir Joyotakan, Solo: Rumah Terendam 30cm, Evakuasi Lanjut

Tika M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Banjir Joyotakan, Solo: Rumah Terendam 30cm, Evakuasi Lanjut

Gambar atau konten salah?

Kelurahan Joyotakan RW 02, Kecamatan Serengan, Kota Solo, masih terendam banjir. Warga di sana mengaku banjir sempat setinggi perut orang dewasa, lalu kini air masih menenggelamkan rumah‑rumah hingga ketinggian sekitar 30 sentimeter.

Beberapa rumah yang sudah didirikan lebih tinggi masih terendam, meski hanya sampai ketinggian kaki. Kondisi ini membuat anak‑anak di sekitar desa memanfaatkan air untuk bermain, sementara warga lain mencari tempat yang lebih tinggi.

Sejumlah lansia terpaksa mengungsi di Masjid An‑Nikmah karena rumah mereka masih terendam. Mereka menunggu air surut agar bisa kembali ke tempat tinggal.

Evakuasi dilakukan dengan perahu. Salah satu pengungsi, Tumini berusia 70 tahun, menceritakan bahwa ia mulai mengungsi pada pukul 12.00 WIB setelah perahu membawanya keluar. Ia berkata, “Banjir di tempat saya seperut. Tadi malam jam 22.00 sudah mulai naik airnya, tapi belum masuk rumah, lalu pagi tadi baru masuk rumah. Tadi saya dinaikkan perahu,” ujarnya. Tumini mengungsi bersama anaknya dan membawa barang berharga. Ia berharap air segera surut agar dapat kembali ke rumah.

Warga lain, Ririn, mengungkapkan bahwa semalam air sempat tinggi, setinggi lutut, namun sempat surut. Namun pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, air kembali naik. Ia berkata, “Semalam sempat tinggi, selutut, tapi sempat surut. Jam 07.00 pagi tadi naik. Air masuk rumah saya, cuma semata kaki,” ujarnya.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, sudah meninjau kondisi banjir di Joyotakan. Ia datang bersama Forkompinda Kota Solo dan saat ini sedang menggelar rapat kebencanaan di Masjid An‑Nikmah.

Menurut laporan, banjir terakhir di wilayah ini terjadi pada tahun 2023, akibat luapan anak sungai Bengawan Solo. Kondisi banjir saat ini masih menggenangi rumah warga, meski air sudah turun dari ketinggian perut menjadi sekitar 30 sentimeter.

Situasi ini menunjukkan betapa seringnya wilayah Solo mengalami banjir akibat aliran sungai, memaksa warga menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang tidak menentu.

banjirSoloJoyotakanrumahpengungsiperahuMasjid An-NikmahSungai Bengawan Solo

Komentar

Memuat komentar...