Banjir Luwu Utara Tenggelam Dua Dusun, 408 Warga Mengungsi

Cahyo S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Banjir Luwu Utara Tenggelam Dua Dusun, 408 Warga Mengungsi

Gambar atau konten salah?

Di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, banjir yang melanda menenggelamkan dua dusun di Desa Beringin Jaya. Sebanyak 408 warga terpaksa mengungsi dan tinggal di posko pengungsian. Bantuan yang mereka terima sangat terbatas, hanya berupa makanan dan perlengkapan seadanya.

Curah hujan tinggi pada Kamis, 11 Mei 2026, menyebabkan tanggul jebol dan banjir merendam enam kecamatan. Bupati Luwu Utara, Andi Abdul Rahim, menandatangani status tanggap darurat pada Kamis, 18 Mei 2026, dan menutupnya pada Minggu, 31 Mei 2026.

“Sejak tanggal 18 Mei kita telah tetapkan status tanggap darurat atau darurat bencana, ada 6 kecamatan yang berdampak, cuma yang terparah berada di 3 kecamatan,” kata Abdullah Rahim. Tiga kecamatan yang paling parah adalah Malangke, Malangke Barat, dan Baebunta Selatan. Di Malangke terdampak 1.999 KK, di Malangke Barat 805 KK, dan di Baebunta Selatan 438 KK.

Menurut Kepala BPBD Luwu Utara, Agunawan, lokasi terparah berada di Dusun Seruni, Melati, dan Anggrek di Desa Beringin Jaya. Dua dusun tersebut sudah tenggelam. “Yang total kami kosongkan itu 2 dusun, karena betul-betul sudah tenggelam. Di sana banjir datang bersama kayu dan pasir,” ujarnya pada Jumat, 29 Mei 2026.

Agunawan mengungkapkan bahwa 408 jiwa dari dua dusun tersebut masih bertahan di posko pengungsian. “Untuk saat ini yang mengungsi total ada 408 jiwa dari Desa Bangun Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan, ini yang benar kita beri makan setiap hari,” ia sampaikan. Ia menambahkan bahwa pemerintah kabupaten terus menyalurkan kebutuhan pokok, namun masih belum semua warga menerima bantuan.

“Pemkab memang sudah menyalurkan, beberapa relawan juga, namun tidak bisa kita pungkiri belum semuanya dapat,” jelasnya. Agunawan menekankan kebutuhan pokok seperti beras, makanan lain, serta perlengkapan sehari‑hari seperti tempat tidur dan selimut. “Rata‑rata warga yang terendam butuh kebutuhan pokok seperti beras, dan makanan lainnya. Selain itu, warga butuh tempat tidur dan selimut,” ia tambah.

Selain dua dusun yang tenggelam, masih ada enam desa di tiga kecamatan yang tergenang banjir dengan kedalaman air mencapai 120 cm. Desa‑desa tersebut adalah Lembang‑lembang di Baebunta Selatan, Limbong Wara di Malangke Barat, serta Pince Pute, Tingkara, Wara, dan Tolada di Malangke. “Untuk kondisi hari ini masih 6 desa yang terdampak dengan kedalaman air hingga 120 cm di titik tertentu,” pungkasnya.

Situasi di Luwu Utara masih sangat kritis. Banyak warga yang belum mendapatkan bantuan penuh dan masih menunggu bantuan lebih lanjut. Kondisi ini menandai perlunya koordinasi lebih intensif antara pemerintah kabupaten, relawan, dan pihak lain untuk menanggulangi dampak banjir yang masih berlangsung.

banjir Luwu Utaradusun tenggelamposko pengungsianbantuan terbatasstatus tanggap daruratkebutuhan pokok

Komentar

Memuat komentar...