Banjir Musi Rawas Utara Rendam 2.867 Rumah, Jembatan Putus

Nurul H. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 117 dibaca
Bisik.id
Banjir Musi Rawas Utara Rendam 2.867 Rumah, Jembatan Putus

Gambar atau konten salah?

Banjir di Musi Rawas Utara, Muratara, Sumatera Selatan, menenggelamkan 2.867 rumah warga. Dua jembatan gantung di Desa Tanjung Beringin dan Desa Terusan, Karang Jaya, putus. Air menggenang di permukiman sejak dini hari pukul 04.00 WIB. Ketinggian mencapai 50 sentimeter hingga 1 meter.

Banjir terjadi di Kecamatan Rupit dan Karang Jaya pada Kamis, 07 Mei 2026. Penyebabnya adalah curah hujan tinggi yang berlangsung beberapa hari terakhir. Sungai Rupit meluap, menurunkan permukaan air secara perlahan.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Muratara, H Mugono, mengungkapkan data sementara. "Data sementara ada 2.867 rumah warga terdampak atau sebanyak 2.867 kepala keluarga," katanya, Kamis (7/5/2026). Ia menambahkan bahwa fasilitas umum, termasuk dua jembatan gantung, telah hancur.

"Ada dua jembatan gantung putus akibat derasnya arus. Untuk total kerugian masih dalam proses pendataan," ungkapnya. Air masih dalam kondisi pasang di Kecamatan Karang Jaya. Mugono memprediksi banjir akan meluas ke Kecamatan Rupit, Karang Dapo, dan Rawas Ilir.

"Air masih dalam kondisi pasang di Kecamatan Karang Jaya dan diprediksi akan meluas ke Kecamatan Rupit, Karang Dapo, dan Rawas Ilir," bebernya. Meskipun rumah-rumah terendam, sebagian warga memilih tetap tinggal. Ia mengimbau warga tetap waspada bila hujan deras turun lagi.

"Warga diminta menjaga keselamatan dan segera melapor apabila membutuhkan bantuan darurat," ujarnya. Banjir belum surut, dan potensi peningkatan debit air Sungai Rupit masih tinggi. Masyarakat diingatkan untuk selalu siap menghadapi kondisi darurat.

Banjir ini menandai dampak nyata dari curah hujan tinggi di wilayah Musi Rawas Utara. Kerusakan pada infrastruktur dan rumah masih terus dipantau. Warga diharapkan mengikuti petunjuk resmi dan menjaga keselamatan pribadi.

Banjir Musi Rawas Utara2.867 rumahJembatan gantungSungai RupitCurah hujan tinggiBPBD MurataraKepala Bidang KesiapsiagaanWarga

Komentar

Memuat komentar...