Banjir OKU 14 Desa, 520 Rumah Terendam Sumatera Selatan

Dani L. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Banjir OKU 14 Desa, 520 Rumah Terendam Sumatera Selatan

Gambar atau konten salah?

Banjir di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, meluas hingga hari ketiga. Hingga 17 April 2026, banjir merendam 14 kelurahan/desa di lima kecamatan. Jumlah rumah terdampak sebanyak 520 unit yang dihuni 498 kepala keluarga atau 1.735 jiwa.

"Berdasarkan update laporan Jumat (17 April 2026) pukul 08:30 WIB, banjir di OKU meluas di 14 kelurahan/desa di lima kecamatan. Hingga kini terdata 520 rumah terendam yang dihuni 498 KK atau sebanyak 1.735 jiwa," ujar Kepala Pelaksana BPBD OKU Januar Effendi, Jumat (17 April 2026).

Di Kecamatan Baturaja Timur, dampak banjir terjadi di enam desa/kelurahan. Berikut rincian rumah dan jiwa yang terdampak:

  • Kelurahan Pasar Baru: 8 rumah, 32 jiwa (8 KK)
  • Kelurahan Baturaja Lama: 15 rumah, 60 jiwa (15 KK)
  • Desa Terusan: 13 rumah, 52 jiwa (13 KK)
  • Desa Tanjung Baru: 15 rumah, 75 jiwa (15 KK)
  • Desa Tanjung Kemala: 3 rumah, 12 jiwa (3 KK)
  • Kelurahan Kemalaraja: 64 rumah, 256 jiwa (64 KK)

Kemudian di Kecamatan Baturaja Barat, dampak banjir terjadi di Kelurahan Tanjung Agung dengan 5 rumah dan 20 jiwa (5 KK).

Di Kecamatan Lubuk Batang, banjir terjadi di Desa Lubuk Batang Lama dengan 245 rumah dan 720 jiwa (223 KK). Desa Gunung Meraksa masih dalam proses pendataan.

Di Kecamatan Peninjauan, banjir terjadi di Desa Kepayang merendam 80 rumah dan 320 jiwa (80 KK) serta Desa Belimbing dengan 50 rumah dan 200 jiwa (50 KK).

Di Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, banjir terjadi di Desa Bunglai merendam 15 rumah dan 60 jiwa (15 KK) serta Desa Lubuk Kemiling dengan 7 rumah dan 28 jiwa (7 KK).

"Ketinggian banjir masih berkisar 10 cm-100 cm. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Untuk estimasi kerugian diperkirakan mencapai Rp 520 juta," ungkapnya.

BPBD OKU bersama TNI, POLRI, dan stakeholder terkait telah menurunkan personel dan peralatan ke lokasi banjir untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak dan melakukan pendataan. Pusdalops BPBD OKU juga melakukan pemantauan terhadap cuaca 1x24 jam sekaligus mendistribusikan peringatan dini kepada masyarakat OKU dan instansi terkait lainnya. Pihaknya juga terus melakukan pemantauan terhadap tinggi muka air (TMA) Sungai Ogan dan Sungai Lenkayap.

"Untuk kondisi terkini banjir di titik Kota Baturaja sudah mulai surut, namun di bagian hilir sungai air masih masuk pedesaan. Aktivitas warga masih berjalan seperti biasa dikarenakan daerah hilir mayoritas rumah panggung," katanya.

"Kebutuhan mendesak saat ini masyarakat terdampak banjir membutuhkan bantuan logistik," sambungnya.

Dampak banjir di OKU akibat hujan deras disertai petir yang terjadi pada Selasa (14 April 2026) pukul 18:00 WIB. Intensitas hujan berdurasi panjang mengakibatkan permukiman warga terdampak banjir.

Banjir di OKU menimbulkan kerusakan signifikan namun belum menimbulkan korban jiwa. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 520 juta, sementara upaya evakuasi dan pemantauan terus berlangsung.

Banjir Ogan Komering UluSumatera Selatan520 rumah1.735 jiwaBPBD OKUTMAEvakuasiKerugian Rp 520 juta

Komentar

Memuat komentar...