Banjir Palembang: Penyebab & Rencana Perbaikan Pemerintah

Lina F. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 104 dibaca
Bisik.id
Banjir Palembang: Penyebab & Rencana Perbaikan Pemerintah

Gambar atau konten salah?

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru memaparkan penyebab banjir di Palembang dalam rapat koordinasi. Ia menegaskan bahwa masalah ini bukan hanya akibat hujan deras, melainkan juga karena infrastruktur yang tidak optimal.

Di lapangan, banyak saluran air atau gorong-gorong yang tersumbat. Sumbatan berasal dari sedimen, kabel utilitas, dan pipa. Akibatnya, aliran air terhambat dan tidak dapat menampung hujan tinggi.

4 Mei 2026 – Herman Deru mengatakan, “Gorong-gorong tersumbat karena sedimen, kabel, bahkan penuh oleh utilitas. Ini yang menyebabkan air tidak mengalir.”

Ia menambahkan bahwa penataan utilitas tidak terkoordinasi. Pemasangan kabel dan pipa seringkali mengganggu fungsi drainase. Saat hujan deras, air tidak dapat tertampung dan meluap ke permukaan jalan.

Selain masalah drainase, gubernur menyoroti infrastruktur lain yang memicu banjir. Tiang LRT yang berdiri di beberapa titik saluran air masih menjadi hambatan. Dari 21 titik yang pernah dilaporkan, hanya sebagian yang sudah teratasi.

“Masih ada saluran air yang terganggu karena tiang LRT. Dari 21 titik yang dulu pernah disampaikan, baru sebagian yang teratasi,” kata Herman Deru.

Desain saluran air juga menjadi masalah. Box culvert yang menyempit di ujung membuat aliran terhambat. Di daerah Noerdin Pandji, penyempitan di ujung saluran menyebabkan air tertahan dan banjir sampai ke perumahan.

“Di daerah Noerdin Pandji itu ada penyempitan di ujung saluran, sehingga air tertahan dan banjir sampai ke kawasan perumahan,” jelas gubernur.

Kerusakan jalan turut memicu genangan. Terdapat 28 ruas jalan nasional yang berada di cekungan rawan tergenang. Beberapa spot, seperti Kolonel H. Burlian, Angkatan 45, hingga depan Khodijah, sering mengalami banjir.

“Di cekungan-cekungan jangan ada banjir lagi seperti di Kolonel H. Burlian, Angkatan 45, hingga depan Khodijah. Ini banyak spot yang menyebabkan banjir,” tegasnya.

Untuk penanganan cepat, pemerintah langsung mengeksekusi perbaikan di titik prioritas. Salah satu tindakan adalah pembersihan sumbatan di Nurdin Panji dan perbaikan di Simpang Kades Alang-Alang Lebar oleh Balai PU.

Selain itu, pemerintah pusat melalui balai terkait memulai perbaikan 8 ruas jalan nasional yang dianggap paling berdampak. Pemerintah provinsi juga melakukan program overlay di beberapa ruas prioritas.

Herman Deru menekankan pentingnya sistem pompanisasi. Ia menilai bahwa pengoperasian pompa belum maksimal karena hanya berpatokan pada satu titik. Ia meminta pemasangan CCTV di titik banjir berlangganan agar pompa dapat langsung diaktifkan.

“Inilah pompanisasi itu, jangan hanya melihat level di satu titik. Saya minta dipasang CCTV di titik banjir yang berlangganan, supaya pompa bisa langsung diaktifkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ada belasan sungai yang bermuara ke Sungai Bendung. Oleh karena itu, penanganan tidak bisa hanya terfokus pada hilir, melainkan harus menyasar hulu dan kawasan permukiman.

Gubernur menegaskan bahwa penanganan banjir harus menyeluruh, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga perubahan perilaku masyarakat. “Ini yang bisa diatasi secara instan, seperti gorong-gorong tersumbat itu harus langsung dibersihkan. Jangan tunggu lama,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi penyebab utama banjir. “Penyebab banjir bukan hanya kontur, tapi banyak karena sumbatan sampah,” pungkasnya.

Dengan langkah-langkah teknis yang diusulkan, pemerintah berharap dapat mengurangi frekuensi dan dampak banjir di Palembang. Perbaikan saluran, pemeliharaan jalan, serta sistem pompa yang lebih responsif menjadi fokus utama. Masyarakat diharapkan turut menjaga kebersihan saluran air agar tidak terhambat oleh sampah.

banjir Palembangsaluran air tersumbatinfrastruktur drainagetiang LRTpompa airCCTVsampah sembarangan

Komentar

Memuat komentar...