Banjir Pasuruan Merendam Puluhan Rumah, 50 Keluarga Terdampak
Gambar atau konten salah?
Banjir masih merendam puluhan rumah di Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan sejak Rabu 20 Mei 2024. Banjir terjadi pada dini hari, bersamaan dengan hujan lebat merata yang menenggelamkan desa dan jalan raya.
Ketika banjir di semua lokasi mulai surut, Pulokerto belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Pada Kamis 21 Mei 2024 pukul 11.00 WIB, genangan air di desa masih mencapai 30-50 sentimeter.
Kondisi terparah terlihat di Dusun Pulodowo. Warga terjebak banjir selama dua hari, aktivitas sehari‑harinya terganggu. Mereka memilih bertahan di rumah karena akses keluar masuk masih dipenuhi air. "Ada sekitar 50 kepala keluarga terdampak," kata Samian, warga Dusun Pulodowo. "Biasanya cepat turun, tapi sekarang susah karena air laut juga pasang. Warga jadi tidak bisa ke mana‑mana," ujarnya. "Kalau mau keluar harus menerobos banjir. Banyak aktivitas warga memang terganggu," tambahnya.
Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi terdampak. Ia juga menyiapkan distribusi bantuan makanan untuk warga. "Kita juga akan upayakan pompa dan sudah koordinasi dengan Dinas SDA Provinsi untuk kirim pompa," ungkapnya.
Warga kini hanya bisa bertahan di rumah sambil menunggu bantuan datang. Jika ingin keluar, mereka harus menembus banjir. Situasi menuntut koordinasi cepat antara pemerintah dan masyarakat.
Banjir di Pasuruan masih meluas, sementara pemerintah menyiapkan bantuan dan pompa. Warga menunggu intervensi yang dapat mengurangi dampak banjir ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
