Banjir Semarang Tabrakan, Rumah Terganggu di Ngaliyan
Gambar atau konten salah?
Hujan deras di Semarang menimbulkan banjir di Kecamatan Ngaliyan pada 16 Mei 2026. Luapan air Sungai Anak Cilandak menenggelam tembok rumah warga di Kelurahan Purwoyoso.
Tembok rumah Yuli Trianto, 43 tahun, ambrol sekitar 10 meter. Atap belakang roboh. Bagian belakang bangunan penuh lumpur, kamar mandi penuh lumpur. Barang di ruangan terporak-poranda, terlihat berantakan.
Triatno menjelaskan luapan air pada 15 Mei 2026 pukul 18.30 WIB. Air setinggi 2 meter masuk, menenggelam rumah. "Itu debitnya (air sungai) naik, terus tembok belakang jebol. Air masuk ke dalam semua," ucap Triatno.
Bagian dapur dan kamar mandi terdampak. Keluarga harus mandi di tetangga. "Yang kena itu bagian dapur sama kamar mandi. Sekarang mandi harus ngampung di tetangga," ucapnya.
Semua barang elektronik terendam. Buku anak, tas, pakaian, tempat tidur terendam. Mesin cuci, kulkas belum diketahui fungsinya. "Semua barang terdampak buku anak, tas, pakaian, tempat tidur terendam. Belum aset lainnya, mesin cuci, kulkas, belum tahu ini masih berfungsi apa tidak," ungkap pria yang sehari-harinya mereparasi sofa ini.
Triatno tidak sempat menyelamatkan barang. Prioritas anak. "Nggak sempat menyelamatkan apa-apa menyelamatkan anak saja. Itu air langsung masuk banter ke rumah," ungkapnya.
Triatno berharap pemerintah menyalurkan bantuan perbaikan rumah. Saat ini keluarga bertahan di rumah. "Harapannya dapat bantuan perbaikan. Sementara bertahan di sini dulu," kata pria yang memiliki tiga anak.
Ketua RT2/RW13, Narman, mengaku sedang di rumah saat banjir. Ia mendengar kabar dari warga. "Saya kan di rumah, (warga teriak) banjir-banjir. Terus saya turun, rumah saya kan di atas," kata Narman.
Narman mengatakan wilayah sering kebanjiran. Luapan sungai, air dari Jalan Untung Suropati dan tol. "Dari Jalan Untung Suropati sama tol ke sini semua air. Akibatnya di sini sering banjir," ucapnya.
Narman melaporkan kerusakan rumah Triatno ke Kelurahan Purwoyoso. Ia berharap bantuan cepat. "Sudah laporan ke kelurahan. Semoga cepat dapat bantuan dari pemerintah," pungkasnya.
Banjir ini menyoroti kebutuhan mitigasi dan bantuan bagi korban. Keluarga yang terdampak masih menunggu respons pemerintah, sementara kondisi rumah tetap rawan. Kegiatan pelaporan dan koordinasi di tingkat kelurahan menjadi langkah awal untuk memperbaiki situasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
Berita Terbaru
Trump Menandatangani Perintah Pemutusan Pegawai Tinggi
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Tahu: Protein Nabati, Rasa Martabak, Bola, Gejrot Tradisional
SIM Digital Korlantas: Praktis, Aman, dan Dinamis Baru
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
