Bank BSN Naik 300% Laba, Jadi Bank Syariah Kedua di Indonesia
Gambar atau konten salah?
Bank Syariah Nasional (Bank BSN) mencatat pertumbuhan laba bersih lebih dari 300 % secara tahunan pada tahun 2025. Lonjakan ini langsung berhubungan dengan pemisahan unit usaha syariah (spin‑off) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk pada 31 Desember 2025. Melalui proses tersebut, Bank BSN menerima alih aset dan liabilitas dari Bank Victoria Syariah serta unit usaha syariah BTN.
Menurut laporan keuangan, laba bersih Bank BSN di akhir tahun 2025 mencapai Rp83,64 miliar, naik 313,85 % dibandingkan Rp20,21 miliar pada tahun 2024. Angka ini menandakan peningkatan yang luar biasa, mengingat unit usaha syariah BTN sebelumnya selalu mencatatkan pertumbuhan di atas rata‑rata industri.
Perubahan signifikan juga terlihat pada neraca. Total aset Bank BSN pada 31 Desember 2025 menutup di level Rp73,07 triliun, lonjakan 2 104,5 % dibandingkan Rp3,31 triliun pada tahun 2024. Dengan nilai aset tersebut, Bank BSN kini menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia.
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami kenaikan drastis. DPK Bank BSN mencapai Rp58,73 triliun pada 2025, tumbuh 4 206,5 % dari Rp1,36 triliun pada 2024.
Di sisi intermediasi, Bank BSN menyalurkan pembiayaan sebesar Rp54,87 triliun pada 2025, meningkat 4 083,8 % dibandingkan Rp1,31 triliun pada tahun sebelumnya.
Pendapatan pengelolaan dana sebagai Mudharib juga menunjukkan pertumbuhan tajam. Pendapatan tersebut mencapai Rp2,73 triliun, naik 1 112,3 % dibandingkan Rp224,8 miliar pada 2024.
Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. “Pencapaian ini adalah anugerah dan bukti kepercayaan stakeholder. Dukungan BTN sebagai induk menjadi motor bagi Bank BSN untuk memberikan performa terbaik,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta pada 07 Mei 2026.
Alex menambahkan bahwa ke depan Bank BSN akan fokus pada penguatan ekosistem pembiayaan perumahan berbasis syariah dengan menekankan inovasi digital. “Kami bertekad menjadi bagian dari bank syariah modern dan digital‑mindful. Seluruh layanan akan disambungkan secara digital untuk mempermudah akses masyarakat kapan saja dan di mana saja,” ungkapnya.
Selain inovasi layanan, Bank BSN berkomitmen mengisi ruang kosong dalam ekosistem syariah nasional yang masih terbuka lebar. Melalui model literasi keuangan yang inklusif, perusahaan berharap dapat mendorong edukasi masyarakat dalam menggunakan layanan syariah untuk kebutuhan masa depan.
Hingga 31 Desember 2025, Bank BSN memiliki 37 kantor cabang, 82 kantor cabang pembantu, 3 outlet prioritas, dan 546 kantor layanan syariah (KLS) di seluruh Indonesia. Jaringan ATM Bank BSN terintegrasi penuh dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai induk usaha.
Secara keseluruhan, pertumbuhan Bank BSN pada tahun 2025 menunjukkan bahwa pemisahan unit usaha syariah dan integrasi aset serta liabilitas dapat memperkuat posisi bank di pasar. Peningkatan aset, DPK, dan pendapatan dari mudharib menegaskan kemampuan Bank BSN untuk memperluas layanan dan menjawab kebutuhan nasabah syariah di era digital.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rupiah Tertekan, Dolar Naik, BI Terapkan Threshold Valas
IHSG Turun 1,46% di Pagi, Masuk Zona Merah, Menurunkan 86 Poin
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Wamen Imipas Ditahan
Rupiah Jatuh ke 14.000 per SGD, Pasar Saham Turun 5,2%
IHSG Menurun ke Zona Merah, Turun 1,46% ke 5.854 di Bursa
KAI-INKA Merger Selesai Tahun Ini, Menjadi Holding Subholding
Berita Terbaru
Periksa Status PIP Juni 2026: Cek Online NISN & NIK
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Padangsidimpuan, Sumut
Mortir Perang Dunia II Ditemukan di Jayapura, Papua, Risiko
Rupiah Jatuh 14.000, Pasar Saham Turun 4.1%, Risiko Kredit
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Pasangan Adnan-Indah Kalah 18‑21, China Laju ke 16 Besar
Operasi Benjolan Bahu Raffi Ahmad, Dorong Pemeriksaan Rutin
122 Program Studi Tutup Akhir 2026, Menteri Jelaskan Alasan
Telur Ceplok Balado Jadi Pilihan Pagi di Rumah
