Bank Indonesia Buka Layanan Penukaran Uang Lebaran di 55 Lokasi
Gambar atau konten salah?
Jakarta - Bagi Anda yang berencana untuk mudik dan belum menukarkan uang baru untuk Lebaran, tidak perlu khawatir. Bank Indonesia (BI) telah resmi membuka layanan penukaran uang tambahan yang dinamakan SERAMBI Peduli Mudik. Layanan ini tersedia di berbagai lokasi strategis di seluruh Indonesia, khususnya di titik-titik arus mudik.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Bapak Muh Anwar Bashori, menyatakan bahwa penukaran uang tambahan ini merupakan respons terhadap tingginya minat masyarakat. Layanan ini dibuka di 55 lokasi di seluruh Indonesia, termasuk bandara, stasiun, terminal, pelabuhan, dan area istirahat, untuk memenuhi kebutuhan para pemudik.
Menurut Anwar, layanan penukaran tambahan ini akan berlangsung pada tanggal 16-17 Maret 2026. Total kuota untuk layanan ini mencapai sekitar 11.900 paket penukaran. Ia juga mencatat bahwa animo masyarakat untuk menukarkan uang rupiah menjelang Idul Fitri 2026 sangat tinggi. Hingga tanggal 13 Maret 2026, jumlah orang yang menggunakan layanan resmi telah mencapai 1.076.282, meningkat sekitar 85,4% dibandingkan tahun lalu yang mencapai 580.496 orang.
BI telah memperluas jangkauan layanan penukaran uang dengan meningkatkan jumlah titik layanan dari 5.202 pada tahun sebelumnya menjadi 9.294 pada tahun ini. Hal ini bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat terhadap layanan penukaran.
“Tingginya animo dan perluasan layanan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih sangat membutuhkan uang pecahan kecil untuk tradisi berbagi, pemberian THR, dan aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idul Fitri,” kata Anwar.
Ia menjamin bahwa ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup dan dengan pecahan yang sesuai akan tersedia melalui berbagai kanal layanan resmi, baik kas keliling, layanan terpadu, maupun perbankan. Anwar mengimbau masyarakat untuk hanya melakukan penukaran uang rupiah melalui layanan resmi Bank Indonesia dan perbankan untuk menjamin keaslian uang dan keamanan transaksi.
“Penukaran melalui mekanisme jual beli di luar layanan resmi memiliki berbagai risiko, seperti keaslian uang yang tidak terjamin, jumlah uang yang sulit dipastikan, tidak adanya perlindungan atau pertanggungjawaban, serta berpotensi menjadi korban penipuan yang dapat merugikan secara finansial,” tambahnya.
Dengan adanya layanan ini, diharapkan kebutuhan masyarakat akan uang baru dapat terpenuhi dengan baik saat Lebaran mendatang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pemerintah Pertimbangkan Angkat KSPI Said Iqbal ke Kabinet
IHSG Turun 1,70%, Rupiah Jatuh Rp18.049, Tegaskan Kuat
PGN Layanan Mata Gratis: 300 Peserta Diperiksa Jakarta
Prabowo Kunjungi Danantara untuk Fokus AI dan Robotik
OJK Panggil Bank Mandiri Taspen atas Penipuan Purwokerto
Nanik Deyang Dilantik Kepala BGN, Fokus Makan Bergizi
Berita Terbaru
Jadwal Sholat Surabaya 5 Juni 2026: Mulai Imsak 04.05 WIB
Jonatan Christie Batalkan Alwi Farhan, Raih Papan Indonesia
Jadwal Salat Denpasar 05 Juni 2026: Subuh, Zuhur, Asar
Jakarta Menang di Short Course, Ade Jona Cita Olimpiade
BMKG Prediksi Cuaca Jawa Timur 5 Juni 2026: Variasi Tinggi
McDonald's Indonesia Gelar Kampanye FIFA World Cup 2026
ORADO Resmi Jadi Anggota KONI, Domino Menjadi Olahraga Nasional
Suporter AS Kekecewa: Tempat Duduk Piala Dunia 2026 Terbagi
