Bank Indonesia Mulai Repo Valas Baru untuk Likuiditas

Sari D. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Bank Indonesia Mulai Repo Valas Baru untuk Likuiditas

Gambar atau konten salah?

Bank Indonesia memulai operasi moneter baru pada 30 Maret 2026. Instrumen ini berupa transaksi repo dalam valuta asing, menggunakan SVBI dan SUVBI sebagai underlying.

Repo valas ini dapat diikuti oleh dealer utama (primary dealer) PUVA. Dengan demikian, bank dapat menambah likuiditas valas melalui pasar sekunder.

Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, menegaskan bahwa kebijakan ini menegaskan strategi operasi moneter yang pro‑market. Ia menambahkan bahwa langkah ini bertujuan memperkuat transmisi kebijakan moneter dan mempercepat pendalaman pasar uang serta pasar valas.

Instrumen ini memberi alternatif bagi perbankan dalam mengelola likuiditas. Penambahan repo menambah karakteristik SVBI dan SUVBI sebagai high quality liquid assets (HQLA).

"Dalam pelaksanaannya, transaksi repo valas ini dapat diikuti oleh dealer utama (primary dealer) PUVA," ujarnya dalam keterangan pada hari Senin.

"Melalui penguatan tersebut, aktivitas pasar sekunder SVBI dan SUVBI diharapkan akan semakin meningkat, sehingga turut mendukung pendalaman pasar keuangan serta menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah dinamika global yang masih berlanjut," tambahnya.

Dengan langkah ini, Bank Indonesia memperluas mekanisme pasar keuangan, memberi lebih banyak pilihan likuiditas bagi bank, dan menegaskan komitmennya menjaga kestabilan nilai tukar dalam kondisi global yang terus berubah.

Bank Indonesiarepo valuta asingSVBISUVBIdealer utama PUVAlikuiditas valasstabilitas nilai tukar Rupiah

Komentar

Memuat komentar...