Bank Indonesia Tanggapi Rupiah Menurun ke Rp17.400

Endah K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 71 dibaca
Bisik.id
Bank Indonesia Tanggapi Rupiah Menurun ke Rp17.400

Gambar atau konten salah?

Bank Indonesia menanggapi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menembus level Rp 17.400 pagi ini. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas, Erwin G. Hutapea, menilai pergerakan rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara lain di tengah ketegangan geopolitik.

Ia menegaskan bahwa “Pergerakan Rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya,” dalam keterangan tertulis pada 05 Mei 2026. Menurut Hutapea, beberapa mata uang juga melemah: Philippine Peso turun 6,58%, Thailand Baht loyo 5,04%, India Rupee berkurang 4,32%, Chile Peso melemah 4,24%, Indonesia Rupiah turun 3,65%, dan Korea Won melemah 2,29%.

Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai nilai fundamentalnya. BI akan mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Ia menambahkan, “Langkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global.”

Data Bloomberg pada 17 April 2026 menunjukkan nilai tukar dolar AS pukul 09:02 WIB berada di level Rp 17.400, menguat tipis 6 poin atau sekitar 0,03%. Dolar AS dibuka naik ke Rp 17.404 dan diperdagangkan paling tinggi Rp 17.404 serta paling rendah Rp 17.395. Secara kumulatif, dolar AS menguat 4,32% secara tahunan. Selama 52 minggu terakhir, mata uang Paman Sam diperdagangkan pada rentang Rp 16.079–17.404.

Dengan intervensi berkelanjutan dan penggunaan instrumen pasar yang beragam, Bank Indonesia berupaya menjaga nilai tukar rupiah tetap stabil meski menghadapi tekanan global yang terus berlanjut.

Bank Indonesianilai tukar rupiahdolar ASintervensi pasarNDFDNDFSBNketegangan geopolitik

Komentar

Memuat komentar...