Banner 'Lelah dengan Donasi' Buka Diskusi di Griyashanta

Sigit W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 56 dibaca
Bisik.id
Banner 'Lelah dengan Donasi' Buka Diskusi di Griyashanta

Gambar atau konten salah?

Di sudut jalan Perumahan Griyashanta, Kelurahan Mojolangu, Kota Malang, tampak banner‑banner mencolok yang tidak diakibatkan oleh pembangunan fisik. Banner‑banner ini menampilkan tulisan "Lelah dengan Donasi, Membuka Ruang Diskusi dan Solusi" dan dipasang di beberapa titik strategis di RW 12.

Aksi ini merupakan inisiatif Forum Komunikasi dan Diskusi Warga RW 12 sebagai tanggapan terhadap polemik rencana pembangunan jalan tembus oleh Pemkot Malang yang telah berlangsung lama. Koordinator forum, Irawan Satrijo, menjelaskan bahwa banner ini dimaksudkan untuk mengumpulkan aspirasi warga yang selama ini memilih bungkam atau merasa ewuh‑pakewuh.

"Ini bentuk keseriusan kami. Kami berusaha menjaring warga yang sebelumnya tidak berani speak up. Sejak awal, sebenarnya banyak juga warga yang setuju dengan rencana jalan tembus," kata Irawan kepada wartawan pada Selasa 07 April 2026.

Selama polemik penolakan jalan tembus berlangsung, warga sempat diminta donasi sukarela. Dana yang terkumpul disebut mencapai puluhan juta rupiah untuk berbagai keperluan, termasuk urusan hukum. Irawan menegaskan bahwa banyak warga tidak berani speak up karena merasa ewuh‑pakewuh, termasuk terkait donasi yang dikumpulkan.

"Faktanya, banyak warga tidak berani speak up karena merasa ewuh‑pakewuh. Termasuk terkait donasi untuk kebutuhan selama polemik ini berlangsung," jelasnya.

Banner‑banner tersebut tidak dimaksudkan sebagai aksi tandingan terhadap kelompok warga yang menolak pembangunan. Sebaliknya, pihak forum ingin membuka ruang diskusi yang lebih sehat dan transparan. Irawan menilai bahwa selama ini banyak informasi simpang siur beredar di masyarakat, seperti isu pembangunan tower yang belakangan terbukti hoaks. Hal-hal tersebut, menurutnya, perlu diluruskan melalui dialog terbuka.

"Informasi yang simpang siur harus diluruskan. Dengan komunikasi terbuka, termasuk bertemu DPRD, kami berharap semua bisa menjadi lebih jelas," tegasnya.

Polemik bermula dari rencana Pemkot Malang membangun jalan tembus untuk mengurai kemacetan. Namun, rencana tersebut mendapat penolakan keras dari sebagian warga, meski lahan yang digunakan berstatus Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) yang merupakan wewenang pemerintah daerah.

Keberadaan banner "Lelah dengan Donasi" menjadi simbol kegelisahan sekaligus harapan baru bagi warga Griyashanta. Banner ini mengajak semua pihak untuk menemukan titik temu secara kolektif tanpa tekanan dari pihak manapun.

Banner Lelah DonasiForum Komunikasi RW12Pembangunan Jalan TembusPolemik PembangunanDonasi SukarelaDiskusi WargaPemkot Malang

Komentar

Memuat komentar...