Bawang Bombay: Penurunan Gula Darah pada Tikus Diabetes

Wulan M. · 3 min baca · 20 hari lalu · 48 dibaca
Bisik.id
Bawang Bombay: Penurunan Gula Darah pada Tikus Diabetes

Gambar atau konten salah?

Diabetes tipe 2 ditandai fluktuasi kadar gula darah. Bila tidak dikendalikan, penyakit ini dapat menimbulkan kerusakan tubuh. Beberapa penelitian terus mencari cara mengelola kadar gula. Salah satu temuan baru menyoroti potensi bawang bombay dalam menurunkan gula darah secara signifikan.

Penelitian ini dipresentasikan di San Diego. Ekstrak umbi bawang bombay, atau Allium cepa, dapat menurunkan kadar gula darah tinggi pada tikus diabetes ketika diberikan bersamaan dengan metformin, obat anti‑diabetes. Anthony Ojieh, peneliti utama dari Delta State University, mengatakan, “Bawang bombay murah dan mudah didapat serta telah dimanfaatkan sebagai suplemen nutrisi.” Ia menambahkan, “Bawang bombay berpotensi digunakan untuk mengobati pasien diabetes.”

Dalam uji coba, tim peneliti memberikan metformin dan berbagai dosis ekstrak bawang bombay kepada tikus diabetes. Dosisnya mulai dari 200 mg, 400 mg, hingga 600 mg per kilogram berat badan setiap hari. Tiga kelompok tikus diabetes diinduksi secara medis untuk menilai apakah bawang bombay dapat meningkatkan efek metformin. Penelitian juga melibatkan tiga kelompok tikus non‑diabetes dengan kadar gula darah normal sebagai pembanding. Semua kelompok tetap menerima metformin dan ekstrak bawang bombay. Dua kelompok kontrol, masing-masing tikus diabetes dan non‑diabetes, tidak menerima metformin maupun ekstrak bawang. Dua kelompok lainnya hanya menerima metformin tanpa ekstrak bawang. Setiap kelompok terdiri dari lima ekor tikus.

Hasilnya menunjukkan ekstrak bawang bombay dosis 400 mg dan 600 mg dapat menurunkan kadar gula darah puasa pada tikus diabetes secara signifikan, masing-masing sebesar 50 persen dan 35 persen dibandingkan kadar awal. Meski demikian, ekstrak bawang bombay juga menyebabkan peningkatan berat badan rata‑rata pada tikus non‑diabetes. Ojieh menjelaskan, “Bawang bombay tidak tinggi kalori.” Ia menambahkan, “Namun, tampaknya hal itu meningkatkan laju metabolisme dan, dengan demikian, meningkatkan nafsu makan, yang menyebabkan peningkatan konsumsi makanan.”

Menurut Ojieh, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui mekanisme pasti bagaimana bawang bombay dapat menurunkan kadar glukosa darah. Ekstrak bawang yang digunakan dalam penelitian tersebut dibuat dari bawang bombay yang dijual di supermarket lokal. Jika diterapkan pada manusia, kandungan aktif bawang biasanya akan dimurnikan terlebih dahulu untuk menentukan dosis yang tepat.

Di tingkat kebijakan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyarankan masyarakat membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak. Konsumsi gula dianjurkan tidak lebih dari 50 gram per hari, setara empat sendok makan. Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik juga penting. Olahraga disarankan dilakukan tiga hingga lima kali per minggu dengan durasi 30 hingga 45 menit. “Kalau bisa paling tidak 150 menit sehari. Dan ini ada catatannya, kalau memungkinkan jangan ada jeda 2 hari berturut‑turut, misalnya hari ini olahraga, hari ini olahraga, besok istirahat bentar, boleh deh, tapi kalau bisa usahakan besok olahraga lagi. Seperti itu, dan jangan lupa untuk re‑evaluasi berkala, karena kalau sekali doang ya percuma,” kata spesialis penyakit dalam, Erpryta Nurdia Tetrasiwi.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin juga penting untuk mengetahui kondisi gula darah dan dampak konsumsi gula berlebih. “Kalau masalah gula harus cek lab, tentu saja. Tidak hanya gula sewaktu, jadi harus diagnosis untuk diabetes melitus itu, paling tidak ada gula darah puasa, atau namanya HbA1c, ya itu adalah rata kadar gula darah 2‑3 bulan terakhir, dimana kita jadi tahu, ‘oh saya ini aman nggak sih?’ Atau saya masuk ke prediabetes, atau saya sudah diabetes, seperti itu,” ungkap dr. Erpryta dalam acara Leaders Forum pada 31 Oktober 2025.

Penelitian tentang bawang bombay ini menambah pilihan potensial bagi penderita diabetes. Namun, masih dibutuhkan studi lebih lanjut untuk mengonfirmasi manfaatnya pada manusia. Sementara itu, rekomendasi kesehatan nasional tetap menekankan pola makan seimbang, olahraga teratur, dan pemeriksaan rutin untuk menjaga kadar gula darah tetap aman.

Diabetes tipe 2Bawang bombayMetforminKadar gula darahEkstrak bawangPola makanKesehatan

Komentar

Memuat komentar...