Bawang Merah Layu, Petani Curiga Sabotase di Nganjuk

Rudi H. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Bawang Merah Layu, Petani Curiga Sabotase di Nganjuk

Gambar atau konten salah?

Di Desa Butuh, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, tanaman bawang merah milik seorang warga tiba‑tiba layu.

Tanaman tersebut menempati lahan seluas 150 tu dan dimiliki oleh Bagus Dewantara, yang berasal dari Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan.

Bagus mengungkapkan rasa kecewa: "Layu semua (tanaman) bawang merah yang milik saya ini. Padahal tinggal sebulan lagi panen," ia katakan pada 20 April 2026.

Ia menduga bahwa tanaman layu karena diberi obat pembasmi rumput oleh orang tak dikenal.

Bagus menjelaskan, "Saat saya menyalakan disel untuk mengairi sawah, air yang seharusnya keluar itu berwarna jernih. Tapi ini warnanya jadi putih," ia sampaikan.

Keesokan harinya, ia terkejut melihat semua tanaman layu. Ia menambahkan, "Saya curiga ada orang yang sengaja mencampurkan obat pembasmi rumput di dalam disel,"

Karena kerugian yang tidak terhitung, Bagus segera membuat laporan polisi. Ia menilai bahwa panen gagal akan menimbulkan kerugian puluhan juta rupiah.

Insiden ini menyoroti betapa rentannya petani kecil terhadap tindakan yang merugikan, sekaligus menegaskan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan pestisida.

tanaman bawang merahobat pembasmi rumputkerugian puluhan juta rupiahpengawasan pestisidalaporan polisipetani kecillayu

Komentar

Memuat komentar...