Bayi Lebaran: Hindari Sentuh untuk Mengurangi Risiko Campak
Gambar atau konten salah?
Di momen Lebaran, bayi sering menjadi fokus perhatian. Anak bernama bayi mengundang kebahagiaan, namun perilaku orang dewasa yang tidak sadar dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan si kecil.
Salah satu perilaku yang berpotensi menimbulkan masalah adalah menyentuh, mengelus, atau bahkan mencubit bayi. Kebiasaan ini sering terjadi pada bayi orang tua, kerabat, atau bahkan anak yang bukan milik sendiri. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan penularan campak.
Andi Saguni, Pelaksana Tugas Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, menekankan pentingnya mengurangi kebiasaan tersebut. “Kebiasaan menyentuh bayi secara tidak sengaja saat berkumpul, terutama di Lebaran, sebaiknya diminimalkan karena risiko penularan campak tinggi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa orang tua harus waspada. Jika anak menunjukkan gejala demam atau ruam, segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan. “Jika ada demam dan ruam kemerahan, hindari keramaian dan kumpul-kumpul; tetap di rumah dan cari pengobatan,” sarannya.
Kesimpulan: Hindari sentuhan tidak sengaja pada bayi, terutama saat perayaan Lebaran. Waspadai gejala campak dan segera konsultasikan dengan tenaga medis. Kesadaran akan risiko ini akan membantu melindungi kesehatan bayi dan keluarga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
