BBCA Saham Turun di Pasar Reguler, Dividen Ditetapkan
Gambar atau konten salah?
Perdagangan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berfluktuasi di hari Rabu, 25 Maret 2026. Pada pukul 13.07 WIB, harga saham BBCA naik 0,74 % menjadi Rp 6 825 per lembar. Saat pasar dibuka, harga turun ke titik terendah Rp 6 675 per lembar. Selama sesi pertama, volume perdagangan mencapai 185,98 juta lembar dengan nilai transaksi Rp 1,26 triliun. Jumlah transaksi mencapai 37 257 kali.
Secara mingguan, pergerakan harga BBCA tetap stagnan. Meskipun begitu, saham ini masih menjadi pilihan utama bagi investor asing. Pada perdagangan 17 Maret, BBCA mencatat net foreign sell sebesar Rp 216,85 miliar. Sejak awal tahun 2026, total net sell BBCA mencapai Rp 18,37 triliun.
BBCA akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 336 per saham. Keputusan ini diambil setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada 12 Maret 2026. Dividen tunai ini meliputi dividen interim sebesar Rp 55 per saham yang sudah dibayarkan pada 22 Desember 2025. Dengan demikian, sisa dividen tunai per saham yang akan dibayarkan adalah Rp 281 per saham.
Menurut Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, cum date BBCA ditetapkan pada 27 Maret 2026 untuk pasar reguler dan pasar negosiasi. Untuk pasar tunai, periode cum date berakhir pada 31 Maret 2026. Ex‑dividen, atau periode perdagangan tanpa hak dividen, akan dibuka pada 30 Maret 2026 untuk pasar reguler dan negosiasi, serta pada 1 April 2026 untuk pasar tunai. Record date, yaitu tanggal daftar pemegang saham berhak dividen, ditetapkan pada 31 Maret 2026. Pembayaran dividen tunai tahun buku 2025 dijadwalkan pada 8 April 2026.
Pergerakan harga saham BBCA menunjukkan volatilitas ringan di hari perdagangan terakhir. Sementara volume perdagangan tinggi, harga tetap berada di kisaran yang relatif stabil. Investor asing terus memantau saham ini, terlihat dari volume jual bersih yang signifikan. Dividen yang diumumkan menambah nilai tambah bagi pemegang saham, meski jumlahnya tidak terlalu besar dibandingkan dengan total nilai pasar.
Secara keseluruhan, BBCA menunjukkan kinerja perdagangan yang konsisten dengan volatilitas rendah. Dividen tunai yang akan dibayarkan menambah nilai bagi pemegang saham, sementara tanggal cum, ex, dan record date menandai fase penting dalam siklus pembayaran dividen. Investor dapat memperhatikan tanggal-tanggal ini untuk mengoptimalkan keputusan investasi mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Andi Gani: Dukungan Penuh, Menolak Kabinet Prabowo, Mengawasi
Purbaya: Data Warteg Tak Cukup, Butuh Penelitian Lanjutan
Rupiah Mati 18.000, OJK Tegaskan Bank Indonesia Tetap Kokoh
Pemerintah: IHSG Turun, Defisit 0,9% Menimbulkan Kecemasan
Investor Asing Menjual Besar Rp4,1 Triliun, IHSG 6.127,38
32 Perusahaan CPO Diselidiki Pajak, 3 Bayar Rp200 Miliar
Berita Terbaru
Zodiak Hari Ini: Panduan Keuangan Setiap Tanda 06 Juni
Mahar Bisa Berbentuk Hafalan Al‑Qur’an, Hadits Tunjukkan
Cuaca Bandung 6 Juni: Berawan, Suhu 17-27°C, Lembap
Garam Tradisional Desa Les Dukung Pemasaran Baru Astra
Zodiak Aries 6 Juni 2026: Prediksi Dinamika Hari Ini
Zodiak Gemini: 6 Juni 2026, Energi Penuh Kemenangan Hari
Zodiak Taurus 6 Juni 2026: Energi Tanah, Keberuntungan, dan Tips Harian
Artikel Bisik
Zodiak Leo 6 Juni 2026: Keseimbangan Energi & Keuangan
