BBM Subsidi Tetap Stabil Sampai Maret 2026, Migas Tegaskan

Vera T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 67 dibaca
Bisik.id
BBM Subsidi Tetap Stabil Sampai Maret 2026, Migas Tegaskan

Gambar atau konten salah?

Jakarta, menandai pergantian bulan dari Maret ke April, masyarakat Indonesia mulai mengkhawatirkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Banyak yang bertanya apakah bahan bakar subsidi seperti Pertalite akan terdampak.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa setelah Maret 2026 tidak akan ada kenaikan harga BBM subsidi, baik Pertalite (RON 90) maupun Solar subsidi. “Info yang salah. (Setelah Maret 2026) tidak ada kenaikan BBM subsidi,” demikian respons Laode saat dikonfirmasi, dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa, 31 Maret 2024.

Foto: Andhika Prasetia

Berbagai kabar tentang kenaikan harga BBM subsidi beredar di media sosial dan pesan instan. Menurut narasi yang beredar, Pertalite akan mengalami penyesuaian harga hingga Rp 14 ribu/liter dan Solar subsidi menjadi Rp 9.500/liter.

Laode memastikan, hingga bulan depan, harga BBM subsidi di Indonesia tak akan mengalami kenaikan. “Kabar yang beredar di media sosial bukan informasi resmi dari pemerintah. Harga (BBM subsidi setelah Maret 2026) tetap,” tegasnya.

Sejak konflik di Timur Tengah memanas, harga minyak dunia mengalami kenaikan. Negara-negara di Asia Tenggara sudah melakukan penyesuaian, sementara Indonesia masih menahan diri.

Ketua Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, membuka suara soal kemungkinan harga BBM non‑subsidi naik per April 2026. Menurutnya, jika memang ada kenaikan, pemerintah mungkin tak akan membuat pengumuman. Sebab, angkanya mengikuti harga pasar.

“Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri. Apa itu definisi yang industri adalah bensin RON 95 dan 98. Itu kan orang‑orang yang mampu. Selama mereka mau jalan banyak, selama ada uang untuk bayar monggo, tugas negara menyiapkan, yang membayar mereka dan tidak ada tanggungan negara sama sekali,” kata Bahlil.

Dalam konteks ini, pemerintah Indonesia menegaskan bahwa harga BBM subsidi tetap stabil hingga Maret 2026, sementara harga BBM non‑subsidi akan mengikuti dinamika pasar global. Rumor tentang kenaikan harga di media sosial tidak didukung oleh data resmi, sehingga konsumen dapat mengandalkan informasi yang diberikan oleh pejabat terkait.

BBM subsidiPertaliteSolarMaret 2026Laode SulaemanBahlil Lahadaliamedia sosial

Komentar

Memuat komentar...