BBM Subsidi Tetap Tidak Naik Hingga 2026, Harga Minyak Naik

Yanto K. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 100 dibaca
Bisik.id
BBM Subsidi Tetap Tidak Naik Hingga 2026, Harga Minyak Naik

Gambar atau konten salah?

Di Makassar, pemerintah mengumumkan bahwa BBM bersubsidi tidak akan naik sampai akhir 2026, meski harga energi global tertekan akibat konflik di Timur Tengah.

Keputusan ini disampaikan dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI pada Senin (6 April 2026). Ketua Komisi, Mukhamad Misbakhun, menanyakan kesiapan negara bila harga minyak mencapai US$ 80-100 per barel.
“Ingin memastikan lagi bahwa exercise di harga US$ 80, US$ 90 dan US$ 100 pun, negara sudah siap ya? Siap sampai akhir tahun?”

Merespons, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, “kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi dengan asumsi harga minyak rata-rata US$ 100 per barel sampai akhir tahun sudah dihitung,” sambil disambut tepuk tangan legislator.

Ia menambahkan, “Jadi (BBM) yang bersubsidi sampai akhir tahun aman. Masyarakat luar nggak usah ribut, nggak usah takut, kita sudah hitung,” menegaskan ketenangan bagi publik.

Selain itu, Purbaya menyebut APBN 2026 masih memiliki bantalan tersendiri dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang saat ini mencapai Rp 420 triliun. Anggaran tersebut akan dipakai jika diperlukan untuk menutup kenaikan harga minyak.

Ia juga mengatakan, “Kita sudah siapkan sampai akhir tahun dengan asumsi rata-rata US$ 100, artinya nanti ada yang di atas US$ 100 dalam periode tertentu, kita masih kuat dengan eksisting anggaran yang ada. Kalau kepepet, masih ada lagi bantalan yang saya bilang tadi. Jadi negara kita aman,” menegaskan kesiapan fiskal.

Dengan perhitungan skenario hingga US$ 100 per barel dan cadangan anggaran, pemerintah menegaskan bahwa subsidi BBM akan tetap stabil hingga akhir 2026. Keputusan ini menandai langkah proaktif pemerintah dalam menjaga kestabilan harga energi domestik di tengah ketidakpastian pasar global.

BBM bersubsidiharga minyak globalkonflik Timur TengahKomisi XI DPR RIAPBN 2026Saldo Anggaran Lebihkestabilan harga energi

Komentar

Memuat komentar...