BCA Catat Laba Rp14,7T Q1 2026, Kredit Tumbuh 5,6%

Andi B. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
BCA Catat Laba Rp14,7T Q1 2026, Kredit Tumbuh 5,6%

Gambar atau konten salah?

Pada kuartal pertama tahun 2026, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat laba bersih sebesar Rp 14,7 triliun.

Laba ini naik 3,8% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu, berkat total kredit yang tumbuh 5,6% yoy menjadi Rp 994 triliun per Maret 2026.

"Mengawali 2026, kinerja BCA dipengaruhi momentum Ramadan dan Idul Fitri yang mendukung kinerja kredit," kata Hendra dalam konferensi pers virtual, 23 April 2026.

Kredit BCA hingga akhir Maret 2026 terutama didukung kredit produktif sebesar Rp 760,2 triliun, meningkat 7,8% yoy. Penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan tumbuh 10% yoy menjadi Rp 258,4 triliun, setara 26% dari total portofolio pembiayaan BCA.

Pendanaan solid dengan dana giro dan tabungan (CASA) mencapai Rp 1.089 triliun, tumbuh 11,2% yoy. Porsi CASA mendominasi sekitar 85,2% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA, yang mencapai Rp 1.292,4 triliun dan tumbuh 8,3% yoy.

"Kenaikan CASA sejalan pengembangan perbankan transaksi BCA, termasuk berbagai kanal digital dan non digital. BCA terus menunjukkan komitmen dalam menghadirkan inovasi melalui pengembangan berbagai fitur di aplikasi myBCA," jelasnya.

"Capaian ini didukung pertumbuhan kredit UMKM sebesar 12% (yoy) dengan outstanding Rp 146 triliun, mencerminkan dukungan BCA pada berbagai sektor perekonomian nasional," jelasnya.

Kredit hijau BCA (green financing) tumbuh 7,7% yoy mencapai Rp 113 triliun, didukung penyaluran pembiayaan ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang naik 53,5% yoy.

Rasio loan at risk (LAR) dan non performing loan (NPL) terjaga masing-masing 5,1% dan 1,8%.

"BCA senantiasa berkomitmen menyalurkan kredit dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan penerapan manajemen risiko yang disiplin," pungkasnya.

Kinerja BCA menunjukkan pertumbuhan yang stabil, didukung oleh kredit produktif, digitalisasi, dan kebijakan ESG.

Laba BersihKredit ProduktifCASADigitalisasiESGGreen FinancingKredit UMKMBCA

Komentar

Memuat komentar...