Beasiswa ASEAN‑UK Women in STEM Dibuka Hingga 1 April 2026

Andi B. · 4 min baca · 1 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
Beasiswa ASEAN‑UK Women in STEM Dibuka Hingga 1 April 2026

Gambar atau konten salah?

Program beasiswa ASEAN‑UK Women in STEM 2026‑2027 telah membuka pendaftaran hingga akhir 01 April 2026. Pendaftaran terbuka bagi perempuan Indonesia yang berminat melanjutkan studi S2 atau program magister satu tahun di universitas dan lembaga riset mitra di Inggris.

Beasiswa ini didanai oleh British Council dan UK Mission to ASEAN. Tujuannya menurunkan hambatan bagi perempuan untuk berkarier di bidang STEM. Global Head of Enabling Research & Science di British Council, Dr Jen Bardsley menjelaskan bahwa program ini “menciptakan suara‑suara yang lebih inklusif dan beragam dalam sains, yang kita tahu akan menghasilkan sains yang lebih baik dan dampak yang lebih positif bagi semua,” kata beliau dalam keterangan yang diterima pada 05 April 2026.

Country Director Indonesia dan Director South East Asia di British Council, Summer Xia, menambahkan bahwa dengan memutus hambatan struktural dan melanjutkan studi, para penerima beasiswa diharapkan dapat berkontribusi pada inovasi, keberlanjutan, serta kemajuan sosial, baik di dalam negeri maupun secara internasional. Ia juga mengatakan, “kami bangga membuka pendaftaran tahun ini dan berharap dapat melihat lebih banyak perempuan Indonesia memimpin dan membentuk masa depan STEM.”

Nilai beasiswa minimal £40.000 atau sekitar Rp 897 juta (kurs 4 April 2026, 03.53 WIB, £1 = Rp 22.427). Penerima beasiswa akan menerima: biaya kuliah, tunjangan hidup, biaya perjalanan dan visa, asuransi kesehatan, serta dukungan bahasa Inggris. Selain itu, beasiswa membuka kesempatan untuk mengakses universitas sains dan riset di Inggris serta terhubung dengan para ahli STEM dan jaringan alumni global Inggris.

Berikut syarat utama untuk melamar beasiswa ASEAN‑UK Women in STEM:

  • Perempuan, sesuai definisi legislasi UK; dapat dibuktikan dengan paspor atau dokumen resmi lain jika diminta kampusnya.
  • Permanent resident atau pemegang paspor/dokumen sah lainnya di negara eligible penerima beasiswa, termasuk Indonesia, dan dapat memperoleh visa UK dengan dokumen tersebut.
  • Bersedia kembali ke negara asal atau tinggal setidaknya dua tahun di negara asal setelah program selesai, kecuali tidak bisa kembali karena isu keamanan khusus.
  • Memenuhi syarat masuk kampus UK dan program tujuan, termasuk kualifikasi akademik dan kemahiran bahasa Inggris.
  • Sudah menyelesaikan studi jenjang undergraduate saat mendaftar beasiswa.
  • Mahasiswa tahun akhir undergraduate boleh mendaftar jika lulus tepat waktu untuk masuk S2 di Inggris dan memenuhi semua syarat matrikulasi.
  • Menunjukkan kebutuhan dukungan keuangan, yakni tidak dapat secara penuh membiayai mandiri perkuliahan di Inggris dan tidak sedang mendapat dukungan biaya sejenis dari sumber lain.
  • Diutamakan yang belum pernah kuliah di UK atau mendapat paparan internasional signifikan (lebih dari satu bulan/rampung studi dengan gelar), seperti PJJ di kampus UK atau kuliah di kampus UK cabang luar negeri; study tour atau konferensi boleh.
  • Jika mendaftar ke lebih dari satu kampus, tunjukkan preferensi program dan kampus.
  • Memiliki motivasi serta secara akademik mampu menjalani dan mengoptimalkan manfaat studi pascasarjana di UK.
  • Aktif di bidang STEM, dibuktikan dengan pengalaman kerja atau bukti ketertarikan pada bidang studi pilihan.
  • Bersedia berkontribusi pada pemajuan sosio‑ekonomi dan capacity‑building di negara asal setelah lulus S2 di UK.
  • Bersedia menjaga komunikasi dengan British Council dan berperan sebagai duta bagi UK, serta terlibat dalam kegiatan Alumni UK saat dan setelah S2 di UK.
  • Menunjukkan rencana dan semangat untuk melibatkan perempuan dan anak perempuan lainnya di bidang STEM dari negara asal.
  • Setuju untuk membagikan data pribadi dengan British Council untuk kebutuhan asesmen dan aktivitas promosi.

Para peminat beasiswa wajib mendaftar beasiswa sekaligus mendaftar program tujuan di kampus pilihan. Pendaftar tidak perlu mengirim dokumen pendaftaran terpisah ke British Council. Status dan hasil seleksi masuk akan disampaikan langsung oleh kampus tujuan.

Universitas mitra utama dalam program ini adalah Cranfield University dan Liverpool School of Tropical Medicine (LSTM). Studi di Cranfield akan dibuka sekitar September/Oktober 2026 – 2027. Pendaftar disyaratkan sudah lulus S1/sederajat paling lambat 13 Juli 2026. Program S2 yang dapat dilamar di Cranfield meliputi berbagai disiplin teknik dan sains, seperti Advanced Materials, Aerospace Dynamics, Air Transport Management, Applied Artificial Intelligence, dan banyak lagi. Pendaftar di LSTM harus mengirimkan statement beasiswa maksimal 700 kata yang menjelaskan kecocokan sebagai kandidat, pengalaman kerja, rencana kontribusi, serta pelibatan perempuan dan anak perempuan di bidang STEM di negara asal.

Program S2 yang dibuka di LSTM mencakup Master of Public Health (Humanitarian Health), Master of Public Health (International), Master of Public Health (Managing Health Services), Master of Public Health (Outbreak Control and Health Protection), Master of Public Health (Sexual and Reproductive Health), MRes Tropical Health and Infectious Diseases Research, MSc One Health in Tropical Disease, MSc Tropical Disease Biology, dan MSc Tropical and Infectious Diseases. Semua program ini menuntut motivasi kuat dan komitmen terhadap pengembangan kesehatan masyarakat di wilayah tropis.

Dengan nilai beasiswa yang signifikan dan dukungan penuh dari British Council, program ini menawarkan peluang bagi perempuan Indonesia untuk memperluas wawasan akademis dan profesional. Penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan pendidikan tinggi, tetapi juga jaringan internasional yang dapat memicu inovasi dan pembangunan di tanah air.

Program ini menegaskan komitmen Inggris terhadap inklusivitas gender dalam STEM. Melalui beasiswa ini, perempuan Indonesia dapat menembus batasan tradisional, memperkuat posisi mereka di bidang sains, dan membawa dampak positif bagi masyarakat luas. Dengan dukungan finansial dan jaringan global, para penerima diharapkan menjadi agen perubahan di masa depan.

Beasiswa ASEAN‑UK Women in STEMBritish CouncilCranfield UniversityLiverpool School of Tropical MedicineSTEMPerempuan IndonesiaInklusi gender

Komentar

Memuat komentar...