Beda Flu dan Pilek: Gejala, Risiko, dan Vaksinasi

Sinta R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 52 dibaca
Bisik.id
Beda Flu dan Pilek: Gejala, Risiko, dan Vaksinasi

Gambar atau konten salah?

Di Indonesia, masih banyak orang yang tidak membedakan antara influenza dan pilek biasa. Meskipun keduanya terlihat mirip, perbedaan keduanya cukup signifikan, terutama dalam tingkat keparahan dan risiko komplikasi.

Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD-KAI, Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi, menjelaskan bahwa perbedaan utama terletak pada intensitas gejala. "Kalau badan nggak enak sampai demam, itu bisa jadi flu. Kalau hanya bersin dan batuk tanpa demam tinggi, biasanya itu bukan influenza, melainkan pilek biasa," ujarnya saat ditemui di Kalventis, Jakarta Pusat, Senin (04 Mei 2026).

Berikut beberapa perbedaan yang sering dijelaskan oleh tenaga medis:

  • Demam – Pada influenza, demam muncul tiba‑tiba dan biasanya berlangsung 3 sampai 4 hari dengan suhu tinggi. Pilek biasa jarang menimbulkan demam.
  • Sakit kepala – Influenza sering disertai sakit kepala berat, sedangkan pilek biasa jarang menimbulkan sakit kepala.
  • Nyeri dan pegal‑pegal – Rasa nyeri dan pegal pada influenza terasa kuat; pada pilek biasa biasanya ringan.
  • Rasa lemah dan letih – Influenza dapat membuat tubuh lemah hingga berat, bahkan efeknya dapat bertahan satu bulan. Pilek biasa jarang menimbulkan rasa lemah.
  • Bersin dan hidung tersumbat – Gejala bersin dan hidung tersumbat paling umum pada pilek biasa; pada influenza hanya muncul sesekali.
  • Komplikasi – Pilek biasa biasanya hanya menyebabkan sinusitis atau infeksi telinga. Influenza dapat memicu komplikasi serius seperti pneumonia, gagal ginjal, gagal hati, dan bahkan mengancam nyawa.

Di sisi lain, vaksinasi tetap menjadi cara paling efektif untuk mencegah gejala berat. Dr. Sukamto Koesnoe, SpPD-KAI, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa, menegaskan bahwa influenza beredar sepanjang tahun di Indonesia, dengan dua puncak pada awal dan akhir tahun.

Menurut riset CDC di Jakarta Timur, dari setiap 10 orang yang datang ke fasilitas kesehatan dengan gejala mirip flu, 3 orang di antaranya terbukti positif influenza. "Vaksinasi memang tidak mencegah 100 persen kena flu, tetapi sangat efektif untuk mencegah gejala menjadi berat, mencegah rawat inap, hingga mencegah kematian," tegas Dr. Sukamto.

Dengan data tersebut, penting bagi masyarakat untuk tidak meremehkan flu. Meski vaksinasi tidak menjamin 100 % tidak tertular, namun peranannya sangat penting dalam mengurangi risiko rawat inap dan kematian akibat komplikasi influenza.

Kesimpulannya, meski tampak serupa, influenza dan pilek biasa memiliki perbedaan jelas dalam gejala, intensitas, dan potensi komplikasi. Vaksinasi tetap menjadi alat utama dalam memitigasi risiko serius yang dapat ditimbulkan oleh influenza.

influenzapilek biasagejalavaksinasikomplikasidemamIndonesiaCDC

Komentar

Memuat komentar...