Begadang: TIA dan Risiko Stroke, Tanda Kecil yang Mengancam

Maya K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 71 dibaca
Bisik.id
Begadang: TIA dan Risiko Stroke, Tanda Kecil yang Mengancam

Gambar atau konten salah?

Sering menunda waktu tidur malam demi menonton serial favorit atau bermain gadget setelah seharian lelah bekerja bisa menjadi risiko kesehatan yang tak terduga. Fenomena ini dikenal sebagai revenge bedtime procrastination—kebiasaan menunda tidur untuk mendapatkan waktu pribadi di malam hari. Meskipun terlihat sepele, kebiasaan ini dapat memicu masalah serius pada otak dan jantung.

Menurut Dr Chandana R Gowda, spesialis neurologi, kurang tidur kronis secara signifikan meningkatkan risiko transient ischemic attack (TIA), yang sering disebut stroke ringan. Ia menegaskan bahwa TIA merupakan tanda peringatan penting bagi risiko stroke penuh di masa depan.

Dr Gowda menjelaskan, “Ketika tidur terganggu secara konsisten, tubuh mengalami peningkatan hormon stres yang terus-menerus, fluktuasi tekanan darah, peningkatan peradangan, dan regulasi metabolisme yang buruk, yang semuanya dapat meningkatkan risiko TIA dan akhirnya stroke penuh,” tegasnya, dikutip dari Times of India. Hormon stres, tekanan darah tinggi, dan peradangan kronis menjadi faktor penyebab aliran darah ke otak tersumbat.

Gejala TIA sering kali menipu. Pada banyak profesional muda, kelelahan biasa dianggap sebagai penyebabnya, padahal gejala sebenarnya bisa muncul secara tiba-tiba. Beberapa gejala klinis yang muncul mendadak meliputi:

  • Mati rasa atau kelemahan pada satu sisi tubuh.
  • Gangguan berbicara atau mendadak cadel.
  • Penglihatan kabur secara tiba-tiba.
  • Kebingungan singkat.

Meski gejala-gejala tersebut biasanya hilang dalam hitungan menit hingga jam, Dr Gowda mengingatkan agar tanda peringatan ini tidak boleh diabaikan begitu saja. TIA adalah 'alarm darurat' kuat yang menandakan meningkatnya risiko serangan stroke penuh yang mematikan di masa depan.

Kebiasaan begadang seringkali menjadi bagian dari 'lingkaran setan' yang melibatkan hipertensi, obesitas, dan diabetes. Dr Gowda menegaskan bahwa gangguan tidur yang konsisten memperburuk metabolisme tubuh, memicu fluktuasi tekanan darah, dan berujung pada penyakit penyerta ini. Ketiga faktor risiko tersebut merupakan penyebab utama penyakit jantung dan stroke.

Selain meningkatkan risiko TIA, kebiasaan begadang juga memicu pola hidup tidak sehat lainnya. Orang yang kurang tidur cenderung mengonsumsi lebih banyak kafein, kurang aktif bergerak di siang hari, serta memilih makanan tinggi gula atau lemak pada malam hari, yang memperburuk kesehatan pembuluh darah.

Untuk memutus 'lingkaran setan' ini, Dr Gowda menyarankan beberapa langkah sederhana demi menjaga kesehatan kardiovaskular:

  • Menjaga jadwal tidur dan bangun secara konsisten setiap hari.
  • Mengurangi paparan layar gawai setidaknya 45 menit sebelum tidur.
  • Menghindari konsumsi kafein dan makanan berat di malam hari.
  • Rutin berolahraga dan kelola stres dengan baik.
  • Melakukan pemeriksaan tekanan darah serta kolesterol secara berkala.

Kebiasaan tidur yang teratur dan pola hidup sehat dapat menurunkan risiko TIA dan stroke. Memperhatikan tanda-tanda awal, menjaga pola tidur, serta melakukan pemeriksaan kesehatan rutin adalah langkah penting bagi setiap orang yang sering begadang.

Kebiasaan menunda tidurRevenge Bedtime ProcrastinationStrokeTIAHipertensiObesitasDiabetes

Komentar

Memuat komentar...