BEI Amati DSSA setelah Penurunan, Dikeluarkan dari LQ45
Gambar atau konten salah?
Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) setelah harga sahamnya turun tajam. Pemantauan ini masuk ke papan Unusual Market Activity (UMA) karena penurunan yang tidak biasa. BEI tidak menegaskan bahwa DSSA melakukan pelanggaran.
“Dalam rangka perlindungan Investor, dengan ini kami menginformasikan adanya penurunan harga pada saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang di luar kebiasaan,” tulis BEI pada Selasa (05 Mei 2026).
BEI juga meminta investor untuk memperhatikan jawaban DSSA atas permintaan konfirmasi; mencermati kinerja DSSA dan keterbukaan informasinya; mengkaji kembali rencana aksi korporasi; dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Saham DSSA naik 7,54% ke harga Rp 1.640 per saham. Namun secara kumulatif lima hari terakhir, saham DSSA turun 11,65%. Jika dilihat dalam satu bulan, koreksi mencapai 35,93%.
DSSA masuk kategori saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi (HSC). Sebagai penertiban, BEI mengeluarkan DSSA dari indeks utama LQ45 dan IDX80.
DSSA juga terancam dikeluarkan dari indeks MSCI karena indikasi HSC. Rebalancing saham Indonesia pada indeks MSCI akan dilakukan pada 12 Mei 2026.
Pergerakan harga saham ini memicu perhatian para analis karena fluktuasi yang signifikan dalam jangka pendek dan panjang.
Rebalancing MSCI pada 12 Mei 2026 akan menilai kembali posisi DSSA di indeks, yang dapat memengaruhi harga saham dan likuiditas.
Rebalancing ini menunjukkan BEI tetap waspada terhadap pergerakan harga saham yang tidak biasa, sekaligus memberi peringatan kepada investor agar tetap kritis terhadap informasi dan keputusan investasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nasabah Maybank: Reksa Dana Jatuh Tempo 2023 Belum Cair
IHSG Sentuh 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor
China Beri Peringkat Utang Tertinggi ke Indonesia
Sandwich Generation: 82,96% Rumah Tangga Masih Bergantung pada Lansia
Bank Mandiri Perkuat Keamanan Siber Digital
Menkeu Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Indonesia
