BEI Catat 6 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Dominasi
Gambar atau konten salah?
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat enam perusahaan yang masuk dalam jadwal penawaran saham perdana atau IPO. Ukuran aset mereka bervariasi. Ada yang kecil, ada yang besar.
Menurut data BEI, pengelompokan aset ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017. Dua perusahaan memiliki aset di bawah Rp 50 miliar. Dua lainnya masuk kategori menengah, dengan aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Dua sisanya adalah perusahaan besar dengan aset di atas Rp 250 miliar.
"Hingga saat ini, terdapat 6 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," tulis Pipeline IPO BEI, dikutip Sabtu (26 September 2026).
Dari sisi sektor, dua perusahaan bergerak di bidang energi. Tiga perusahaan lainnya adalah penyedia layanan kesehatan. Satu perusahaan sisanya bergerak di sektor industri.
Hingga 25 September 2026, sudah ada tujuh perusahaan yang melaksanakan penawaran umum perdana saham di BEI. Total dana yang berhasil dihimpun dari ketujuh perusahaan itu mencapai Rp 2,16 triliun.
Jumlah perusahaan yang mengantre IPO ini menunjukkan aktivitas pasar modal yang cukup ramai. Meski skalanya beragam, dari perusahaan kecil hingga besar, minat untuk melantai di bursa tetap ada. Sektor kesehatan mendominasi dengan tiga perusahaan, sementara energi dan industri melengkapi daftar tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI: Standalone Market Bukan Kategori Terendah MSCI
IHSG Anjlok 10,76%, Rupiah Tembus 18.000 Usai MSCI Umumkan Downgrade
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Rp 2,92 Triliun
Menkeu: Riset Jerman Buktikan MSCI Tak Selalu Benar
Airlangga Kaget MSCI Umumkan Lebih Cepat soal Status Pasar Modal RI
