BEI Daftar Emiten Konsentrasi Tinggi, Harus Kurangi
Gambar atau konten salah?
Pada 10 April 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan daftar emiten yang masuk kategori high shareholding concentration (HSC).
HSC mencerminkan kepemilikan saham yang terkonsentrasi pada segelintir pihak. Dalam daftar tersebut, mayoritas emiten berasal dari konglomerat, seperti Barito Group dan Sinar Mas Group.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menegaskan bahwa emiten diharuskan melakukan tindakan untuk mengurangi konsentrasi kepemilikan. Ia menekankan pentingnya langkah tersebut guna mengembalikan kepercayaan investor.
“Once ada saham yang masuk ke pengumuman highly shareholder concentration, maka kewajiban perusahaan itu adalah melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk apa? Meyakinkan bahwa tidak terkonsentrasi lagi struktur kepemilikannya,” ungkap Nyoman kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026).
Nyoman menjelaskan bahwa tindakan yang dapat diambil meliputi penerbitan saham baru, right issue, atau pelepasan saham oleh pihak terkait.
“Kalau kita menerapkan hal ini, bukan hanya domestik yang percaya, tapi asing juga akan bertambah trust-nya ke kita. Itu yang kita harapkan nanti untuk jangka panjang. Akan lebih banyak lagi investasi ke kita. Karena apa? Kita lebih transparan,” jelas Nyoman.
Pengungkapan HSC mengikuti praktik global, termasuk di Hong Kong. Dengan menerapkan standar ini, BEI berharap meningkatkan kepercayaan investor domestik dan asing, serta menarik lebih banyak investasi.
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), milik Prajogo Pangestu, memiliki struktur kepemilikan yang dikuasai segelintir pihak sebesar 97,31% dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat.
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), bagian dari Sinar Mas Group, memiliki konsentrasi 95,76% saham dalam warkat dan tanpa warkat.
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) memiliki konsentrasi saham segelintir pihak sebesar 95,35%.
- PT Rockfields Properti Indonesia (ROCK) memiliki tingkat terkonsentrasi 99,85%.
- PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) memiliki tingkat HSC 95,94%.
- PT Ifishdeco Tbk (IFSH) memiliki tingkat terkonsentrasi 99,77%.
- PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) memiliki konsentrasi tinggi 98,35%.
- PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) memiliki konsentrasi 97,75%.
- PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) memiliki tingkat HSC 95,47%.
Dengan langkah ini, BEI menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan perlindungan investor, sementara emiten diharapkan menyesuaikan struktur kepemilikan mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kimia Farma Menunggu Arahan Bio Farma, Danantara Siap Pisahkan
KAI Siap Luncurkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer
Kimia Farma Balikkan Kerugian, Capai Laba Rp123,63 Miliar
Prabowo Ganti Pimpinan BGN, Tegaskan Tanpa Toleransi Korupsi
Asuransi Astra Tumbuh Meski Tekanan Nilai Tukar & Suku Bunga
Menteri Keuangan: Rupiah Terkena Rumor, Bank Indonesia Fokus
Berita Terbaru
Wakil Bupati Iwan Tuaji Laporkan Harta Rp 6,7 Miliar
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
Jaga Kolam Ikan Rumah Bersih: Tips Pembersihan dan Nutrisi
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Praearcturus Gigas: Kalajengking Raksasa 1 Meter di Era Devon
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
