Bendungan Jenelata: Solusi Banjir & Pertanian Gowa
Gambar atau konten salah?
Bendungan Jenelata menjadi topik utama dalam rapat koordinasi pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Gowa. Pada hari Selasa, 07 April 2026, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang memaparkan visi proyek ini di ruang rapat Nipa‑Nipa, kantor Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ). Ia menegaskan bahwa proyek Strategi Nasional (PSN) ini harus memberi manfaat nyata bagi warga, tidak hanya mengatasi banjir tetapi juga mendukung sektor pertanian di sekitarnya.
Husniah mengungkapkan, "Bendungan Jenelata harus memberikan dampak nyata bagi daerah, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan dan mendukung sektor pertanian di Kabupaten Gowa. Selain menjadi solusi pengendalian banjir, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan bagi seluruh masyarakat," ia menambahkan. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan Balai Besar Wilayah Sungai. “Selaku kepala daerah tentu saya lebih menekankan kepada pemanfaatan dari setiap proyek yang berada di bawah naungan Balai agar dapat dikomunikasikan dengan baik bersama pemerintah daerah,” ujarnya.
Husniah menyoroti peran Gowa sebagai daerah sumber. “Kita harus menyadari bersama bahwa Kabupaten Gowa merupakan daerah sumber. Sumber air ada di sini, material juga ada di sini, bahkan ke depan sangat mungkin muncul inovasi‑inovasi baru dari proyek nasional yang dibangun di wilayah kita,” sambungnya. Ia menekankan perlunya komunikasi yang lebih dalam lagi, mengingat Gowa adalah daerah sumber. “Kita perlu komunikasi yang lebih dalam lagi. Karena sebagai daerah sumber, tentu kita juga perlu mendapatkan manfaat yang lebih spesifik dan prioritas. Apalagi kita juga yang menjaga kawasan konservasi di hulu sebagai bagian dari keberlanjutan sumber daya air,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala BBWS Pompengan‑Jeneberang, Heriantono Waluyadi, menekankan fungsi ganda bendungan. Ia menjelaskan bahwa proyek ini akan meningkatkan layanan irigasi, sehingga intensitas tanam petani bisa naik dari dua kali menjadi tiga kali panen dalam setahun. Hal ini akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa bendungan akan menjadi penyedia air baku bagi daerah seperti Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Takalar, dan Kabupaten Maros.
Waluyadi menambahkan, "Dengan adanya bendungan ini, aliran air dapat diatur sehingga dapat mengurangi risiko banjir secara signifikan di kawasan hilir, sekaligus mendukung kebutuhan air baku dan irigasi masyarakat," jelasnya. Ia juga menyebut potensi pengembangan energi listrik dan pariwisata, sehingga proyek ini memiliki manfaat multi‑sektor yang berkelanjutan.
Rencana pelaksanaan konstruksi bendungan akan selesai pada tahun 2028. Waluyadi menjelaskan tahapannya: “Jadwal pelaksanaan konstruksi kami selesai di tahun 2028, jadi di 2028 nanti ada proses penggenangan waduk dan memang di tahun 2026 awal ini progres tanahnya masih 13 persen karena konsentrasinya di area yang konstruksinya dulu dan yang 87 persen akan diselesaikan secara bertahap sampai tahun 2028.”
Dengan demikian, Bendungan Jenelata tidak hanya menjadi solusi pengendalian banjir, tetapi juga menjadi pilar bagi pertanian, air baku, energi, dan pariwisata di wilayah Gowa dan sekitarnya. Proyek ini menandai langkah konkret pemerintah daerah dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam secara berkelanjutan, sambil memastikan bahwa daerah sumber mendapatkan manfaat yang adil dan terukur.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Weton Tulang Wangi: Tradisi Penanggalan Jawa Tetap Ada
Cek Bansos: Aplikasi Monitoring Bantuan Sosial di Ponsel
Doa Akhir Tahun 1448 H Dibaca Setelah Ashar 15 Juni 2026
1 Muharram 1448 H: 16 Juni 2026, Momen Amal dan Refleksi
Raker Apeksi Komwil VI Kendari Tetapkan Tiga Langkah
Berita Terbaru
Praearcturus Gigas: Kalajengking Raksasa 1 Meter di Era Devon
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
