Bendungan Semantok Resmi Dibuka, Target Irigasi 1900 Hektar

Wahyu T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 69 dibaca
Bisik.id
Bendungan Semantok Resmi Dibuka, Target Irigasi 1900 Hektar

Gambar atau konten salah?

Bendungan Semantok, terletak di Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, resmi dibuka pada 20 Desember 2022. Presiden Republik Indonesia ke‑tujuh, Joko Widodo, hadir menandatangani upacara peluncuran. Sebelum itu, proses pengisian awal bendungan, atau impounding, dimulai pada 13 Juli 2022. Pada hari itu, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi—yang saat itu masih menjabat sebagai Plt Bupati—melakukan pemecahan kendi secara simbolis.

Bendungan ini diklaim menjadi bendungan terpanjang di Asia Tenggara. Panjang puncak mencapai 3.100 meter. Kapasitasnya sekitar 32,67 juta meter kubik air, yang dapat mengairi lahan pertanian seluas 1.900 hektare. Marhaen menyatakan, “Bendungan Semantok adalah proyek strategis nasional yang manfaat utamanya untuk menopang irigasi pertanian, pengendali banjir, sumber air baku, dan sebagai potensi destinasi wisata baru di Kabupaten Nganjuk,” pada 31 Maret 2026.

Proyek ini dimulai pada 2017 oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Kementerian PUPR. Biayanya mencapai Rp 2,5 triliun. Lokasi bendungan berada di atas lahan hutan yang dikelola Perhutani serta sebagian di lahan permukiman dua dusun—Dusun Kedungnoyo, Desa Tritik, dan Dusun Kedungpingit, Desa Sambikerep. Puluhan kepala keluarga dari kedua dusun tersebut kini dipindahkan ke lahan baru, berjarak sekitar 500 meter dari bendungan.

Ide awal pembangunan bendungan berasal dari aspirasi petani di wilayah Nganjuk utara. Mereka selama bertahun‑tahun menghadapi kekurangan air irigasi untuk sawah. Kuswodiyono, seorang pensiunan pegawai Kantor PU Pengairan Kecamatan Gondang, memimpin pengumpulan aspirasi tersebut. Ia mengatakan, “Karena kondisi petani di wilayah Nganjuk utara, seperti di Kecamatan Rejoso dan Gondang memang kekurangan pasokan air untuk sawah. Sementara pasokan dari Waduk Kalibening di Saradan Madiun tidak mencukupi,” pada 3 April 2026.

Dalam periode 2010 hingga 2014, Kuswodiyono dan rekannya mengumpulkan 7.000 tanda tangan petani Nganjuk utara. Tanda tangan tersebut diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan kemudian ditindaklanjuti hingga ke pemerintah pusat, jelasnya. “Tanda tangan waktu itu kami serahkan ke Pemkab Nganjuk dan ditindaklanjuti sampai ke pemerintah pusat,” ungkapnya.

Nama Bendungan Semantok berasal dari sungai alami di lokasi tersebut, yang bernama Semantok. Kuswodiyono menjelaskan asal usul nama tersebut, menegaskan bahwa nama tersebut sudah dikenal oleh masyarakat setempat sejak lama.

Dengan kapasitas besar dan lokasi strategis, Bendungan Semantok diharapkan dapat menstabilkan pasokan air bagi pertanian di wilayah sekitarnya. Selain itu, potensi wisata di sekitar bendungan juga menjadi harapan bagi pengembangan ekonomi lokal. Proyek ini menandai langkah penting dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan mitigasi bencana di wilayah Jawa Timur.

Bendungan SemantokJoko WidodoKapasitas 32,67 juta m³Irigasi PertanianPengendalian BanjirWisata di NganjukKementerian PUPR

Komentar

Memuat komentar...