Berpuasa Dzulhijjah Hari ke-4: Panduan Niat dan Jadwal

Iwan D. · 3 min baca · 14 hari lalu · 72 dibaca
Bisik.id
Berpuasa Dzulhijjah Hari ke-4: Panduan Niat dan Jadwal

Gambar atau konten salah?

Makassar, 21 Mei 2026 – Pada Kamis 21 Mei 2026, umat Islam di Makassar memasuki tanggal 4 Dzulhijjah 1447 H. Tanggal ini memberi kesempatan bagi yang ingin menunaikan puasa Dzulhijjah hari keempat.

Puasa Dzulhijjah dianjurkan pada sembilan hari pertama bulan tersebut. Rangkaian puasa sunnah ini terdiri dari puasa Dzulhijjah tanggal 1–7, puasa Tarwiyah tanggal 8, dan puasa Arafah tanggal 9. Bagi yang ingin berpuasa hari keempat, panduan lengkap berikut disajikan.

Niat Puasa Dzulhijjah Hari ke-4 sama dengan niat puasa sunnah Dzulhijjah pada hari 1–7. Karena merupakan puasa sunnah, niat dapat dibaca malam atau pagi.

Niat Puasa Dzulhijjah Dibaca Malam Hari

Puasa Dzulhijjah hari keempat dapat dilafalkan pada malam hari, mulai terbenam matahari hingga subuh. Berikut niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِى الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma hadzaal-yaumi 'an adzaa'i syahri dzulhijjah sunnatan lillaahi ta'aala.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Dzulhijjah Pagi Hari

Jika lupa membaca niat pada malam, masih boleh dibaca pada siang. Niat harus dilakukan sebelum matahari terbit atau sebelum waktu Zuhur, dengan syarat belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar.

Berikut bacaan niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِى الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma hadzaal-yaumi 'an adzaa'i syahri dzulhijjah sunnatan lillaahi ta'aala.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah Ta'ala."

Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Puasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Pahala satu hari puasanya setara dengan puasa satu tahun. Penjelasan ini didasarkan pada hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam At‑Tirmidzi:

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ نَافِعِ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا مَسْعُودُ بْنُ وَاصِلٍ عَنْ نَهَاسِ بْنِ قَهُم عَنْ قتَادَةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ أَنْ يَتَعَبَّدَ لَهُ فِيهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحُجَةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامٍ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلَّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامٍ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Nafi’ Al Bashri telah menceritakan kepada kami Mas’ud bin Washil dari Nahhas bin Qahm dari Qatadah dari Sa’id bin Al Musayyib dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: Tidak ada hari‑hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan setahun berpuasa dan satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar.”

Keutamaan Puasa Hari ke-4 Dzulhijjah

Hari keempat Dzulhijjah adalah hari kelahiran Nabi Isa AS. Menurut riwayat Ibnu Abbas, berpuasa pada hari tersebut diyakini akan menjauhkan dari kesusahan dan kemiskinan serta mengumpulkan bersama orang-orang mulia di akhirat.

Jadwal Puasa Sunnah Dzulhijjah 1447 Lengkap

Berikut jadwal lengkap puasa sunnah Dzulhijjah 1447 H, termasuk puasa Tarwiyah dan Arafah:

  • 1 Dzulhijjah 1447 H: 18 Mei 2026 M
  • 2 Dzulhijjah 1447 H: 19 Mei 2026 M
  • 3 Dzulhijjah 1447 H: 20 Mei 2026 M
  • 4 Dzulhijjah 1447 H: 21 Mei 2026 M
  • 5 Dzulhijjah 1447 H: 22 Mei 2026 M
  • 6 Dzulhijjah 1447 H: 23 Mei 2026 M
  • 7 Dzulhijjah 1447 H: 24 Mei 2026 M

Jadwal Puasa Tarwiyah

  • 8 Dzulhijjah 1447 H: 25 Mei 2026 M

Jadwal Puasa Arafah

  • 9 Dzulhijjah 1447 H: 26 Mei 2026 M

Dengan mengikuti jadwal di atas, umat dapat melaksanakan puasa sunnah Dzulhijjah sesuai waktu yang ditetapkan. Niat puasa pada hari keempat dapat dibaca malam atau pagi, sesuai ketentuan yang telah dijelaskan.

Keutamaan puasa Dzulhijjah, baik pada hari keempat maupun pada hari-hari lainnya, menegaskan nilai amalan sunnah ini dalam Islam. Pahala satu hari puasanya setara dengan puasa satu tahun, sementara puasa setiap malamnya setara dengan shalat Lailatul Qadar. Hari keempat, sebagai kelahiran Nabi Isa AS, menambah nilai spiritual bagi yang berpuasa.

Puasa Dzulhijjahhari keempatniat puasaTarwiyahArafahLailatul QadarNabi Isa ASsunnah

Komentar

Memuat komentar...