Besek Bambu Malang Meningkat 50% Menjelang Idul Adha Selama
Gambar atau konten salah?
Di Kota Malang, para pengrajin bambu mempersiapkan diri dengan antusias menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 1447 H. Wadah anyaman bambu, yang kini sering dipilih sebagai pengganti plastik, menjadi barang yang sangat dicari. Harga plastik yang terus naik membuat banyak orang mencari alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan.
Pringga Adityawan, pengrajin bambu sekaligus pemilik workshop Sang Bamboo, mengungkapkan bahwa penjualan besek bambu yang ia hasilkan meningkat hingga 50 % menjelang Idul Adha. Ia menjelaskan bahwa pada hari Selasa, 26 Mei 2026, ia sudah memproduksi antara 200 hingga 300 besek setiap harinya. Besek tersebut tersedia dalam berbagai ukuran, dengan permintaan terbanyak pada ukuran 20 × 20 cm dan 15 × 15 cm.
Harga besek bervariasi sesuai ukurannya, mulai dari Rp 4.000 hingga Rp 7.000. Pesanan utamanya berasal dari Malang Raya, namun ia juga menerima pesanan dari daerah lain di Jawa Timur.
Pringga menekankan keunggulan besek bambu ketika digunakan untuk membungkus daging. Bambu mengandung zat anti bakteri dan penetralisir bau, sehingga wadah ini tidak hanya aman, tetapi juga membantu menjaga kebersihan. Selain itu, besek bambu bersifat biodegradable, sehingga mudah terurai dibandingkan dengan kantong plastik.
Konsep utama penggunaan besek adalah karena ramah lingkungan. Harga plastik yang tinggi membuat banyak masyarakat beralih ke besek bambu. Menurut Pringga, “Konsep utama memakai besek, adalah karena ramah lingkungan dibanding kantong plastik. Terlebih harga kantong plastik saat ini mahal, jadi banyak masyarakat yang kemudian beralih menggunakan besek bambu.”
Dengan meningkatnya permintaan, workshop Sang Bamboo menjadi salah satu penyedia besek bambu terkemuka di Malang. Pengrajin ini menunjukkan bahwa produk alami tidak hanya memenuhi kebutuhan praktis, tetapi juga mendukung gerakan pengurangan sampah plastik di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
