BETA UFO: Laporan UFO di Genteng dan Ketintang Masih Rumit

Fitri A. · 3 min baca · 21 hari lalu · 70 dibaca
Bisik.id
BETA UFO: Laporan UFO di Genteng dan Ketintang Masih Rumit

Gambar atau konten salah?

BETA UFO Indonesia adalah komunitas yang fokus mengamati, mendokumentasikan, menginvestigasi, hingga meneliti fenomena Unidentified Flying Object (UFO).

Ketua komunitas, Mohammad Reza Wardhana, menegaskan bahwa laporan dugaan kemunculan UFO di kawasan Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya pada 02 Mei 2026 masih minim informasi.

“Kita tidak dapat laporan apakah cahaya itu berbelok atau bagaimana,” ujar Reza pada 13 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa analisis tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan video singkat tanpa detail tambahan.

Reza menjelaskan bahwa benda bercahaya itu bisa jadi satelit, sehingga gerakannya cenderung lurus dan dapat dilacak menggunakan aplikasi Stellarium. Jika itu drone, biasanya terdengar suara baling-baling.

“Kalau yang di-share ini kan (dugaan kemunculan UFO di Genteng) enggak kedengaran suara baling-baling ya? Berarti bukan drone. Nah, problemnya adalah apakah saat itu ada satelit Starlink atau bukan, perlu dicari tahu juga. Tetapi kalau Starlink itu biasanya (gerakannya) lurus saja,” beber Reza.

Ia menambahkan bahwa istilah UFO merujuk pada kendaraan terbang yang teknologinya berbeda dari teknologi penerbangan buatan manusia pada umumnya. Menurutnya, UFO umumnya memiliki kemampuan bermanuver dan bentuk yang tidak lazim.

“Jadi kalau menurut kata pencetusnya yang asli, J. Ruppelt penggagas asal kata UFO, seorang tentara tahun 50-an, UFO itu memang kendaraan terbang yang memang teknologinya itu tidak sama seperti teknologi penerbangan ciptaan manusia pada umumnya. Karena dia bisa bermanuver, bentuknya juga aneh gitu,” terang Reza.

Reza menekankan bahwa kemunculan benda terbang aneh biasanya terjadi saat dini hari atau malam hari. Ia mengatakan, “Biasanya kalau UFO itu pagi hari, seperti di jam-jam subuh atau di malam hari,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan bentuk UFO yang paling sering dilaporkan adalah cakram dan segitiga. Pada malam hari, objek tersebut juga kerap memunculkan kilatan cahaya.

“Biasanya itu paling sering itu yang berbentuk cakram, sama segitiga rata-rata. Kalau dia di malam hari kadang dia menimbulkan kilatan cahaya,” imbuhnya.

Selain laporan dari kawasan Genteng, BETA UFO juga menerima laporan kemunculan benda bercahaya lain di kawasan Ketintang pada 12 Mei 2026 sekitar pukul 04.30 WIB.

“Kalau dari yang BETA UFO dapat itu kemarin ada satu juga melintas di Samsat Ketintang jam 04.30 WIB pagi itu, kemarin 12 Mei 2026. Terus kalau dari yang ngerekam katanya itu gerak dulu kiri kanan, zig zag gitu terus terbang lurus, terus ke atas,” ungkap Reza.

Meski begitu, Reza menegaskan objek tersebut belum bisa langsung disimpulkan sebagai UFO. Menurutnya, kemungkinan lain masih terbuka dan perlu dianalisis secara ilmiah.

“Nah, problemnya itu gini, apakah itu itu drone atau bukan tergantung dari sedekat apa si perekam ini dengan cahayanya. Kemungkinannya itu masih terbuka lebar. Karena yang 12 Mei itu orangnya enggak dengar suara baling-baling dari drone gitu,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa proses identifikasi harus dilakukan secara hati‑hati dengan melibatkan pendekatan sains. “Karena bagaimanapun juga sains itu diperlukan dalam menganalisa UFO,” tegas Reza.

Reza menyebut salah satu laporan yang paling mendekati karakteristik UFO dalam beberapa tahun terakhir adalah rekaman yang dilaporkan Fatur Java Jive di Bandung pada Januari 2022.

“Itu objeknya terbang kemudian menghilang, kemudian muncul lagi, menghilang lagi. Nah ini kan enggak ada tuh teknologi manusia seperti itu gitu. Jadi teknologinya tidak bisa disejajarkan dengan teknologi manusia. Kalau asalnya kita masih belum tahu itu dari mana,” pungkasnya.

Dengan data yang masih terbatas, BETA UFO Indonesia menekankan perlunya verifikasi lebih lanjut. Analisis berbasis sains dan rekaman yang lebih lengkap akan menjadi kunci untuk memisahkan antara satelit, drone, dan objek yang belum dapat dijelaskan.

BETA UFO IndonesiaUFOStarlinkdronesatelitbentuk cakramverifikasi

Komentar

Memuat komentar...